SORE INI KARNAVAL SBC 2018 Jl. Slamet Riyadi Ditutup 3,5 Jam

SOLO—Jl. Slamet Riyadi Solo ruas pertigaan Jl. Cipto Mangunkusumo atau Kodim lama-Bundaran Gladak akan ditutup 3,5 jam guna mendukung Solo Batik Carnival (SBC) 2018, Sabtu (14/6) ini.

 

Penutupan dilakukan mulai pukul 14.30 WIB. Sesuai jadwal, jalan protokol di Kota Bengawan kembali dibuka pada pukul 18.00 WIB.
Kendaraan di Jl. Slamet Riyadi dari arah barat (Purwosari) yang akan menuju ke arah timur diarahkan belok di perempatan Gendengan untuk masuk ke Jl. Dr. Moewardi.

Di Jl. Dr. Moewardi kendaraan yang ingin menuju ke arah Benteng Vastenburg tersebut kemudian diarahkan lewat Jl. Hasanuddin-Jl. Cipto Mangunkusumo-Jl. Yosodipuro dan Jl. Ronggowarsito.
Kendaraan di Jl. Slamet Riyadi dari arah barat yang ke timur juga dipersilakan belok di pertigaan Kodim lama untuk masuk Jl. Cipto Mangunkusumo-Jl. Yosodipiro dan Jl. Ronggowarsito yang bakal diberlakukan sistem arus lalu lintas dua arah.
”Dimungkinkan bila arus lalu lintas padat, Jl. Slamet Riyadi akan kami tutup dari perempatan Gendengan. Jadi kendaraan tidak bisa memilih belok di pertigaan Kodim lama,” kata Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, saat memaparkan rencana rekayasa lalu lintas SBC 2018 di Kantor Dishub Solo, Jumat (13/7).
Ari mengatakan agenda penutupan Jl. Slamet Riyadi bakal dibarengi juga dengan penutupan dua jalan lain untuk mendukung penyelenggaraan SBC 2018. Dua jalan selain Jl. Slamet Riyadi yang bakal ditutup mulai Sabtu sore, yakni Jl. Bhayangkara ruas perempatan Baron-pertigaan Sriwedari dan Jl. Jenderal Sudirman ruas Bundaran Gladak-perempatan Telkom.
Jl. Bhayangkara perlu ditutup karena akan dipakai untuk lokasi strart peserta SBC. Sementara Jl. Jenderal Sudirman perlu ditutup sebagian karena bakal menjadi rute menuju lokasi finis di halaman Benteng Vastenburg.
”Rekayasa lalu lintas ini juga berdampak pada perubahan sementara rute perjalanan Bus Batik Trans Solo. Bus BST koridor 1 dan 2 yang biasanya melintai Jl. Slamet Riyadi dari barat ke timur sementara waktu akan diarahkan belok kiri di pertigaan Jl. Cipto Mangunkusumo atau Kodim lama-perempatan Solo Paragon Lifestyle Mal-Jl. Yosodipuro dan Jl. Ronggowarsito,” jelas Ari.
Kabid Perparkiran Dishub Solo, Moch. Usman, menjelaskan beberapa ruas jalan yang bisa dimanfaatkan untuk parkir kendaraan penonton SBC 2018, antara lain Jl. Dr. Supomo, Jl. Honggowongso, Jl. Gajah Mada, Jl. Kartini, Jl. Diponegoro, Jl. Ahmad Dahlan, Jl. Museum, Jl. Imam Bonjol, Jl. Yos Sudarso, Jl. Gatot Subroto, dan Taman Parkir Loji Wetan. Dishub melarang penonton parkir kendaraan di Jl. Slamet Riyadi karena membuat keruwetan jalan dan Jl. Ronggowarsito karena berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas saat diberlakukan sistem dua arah.
”Beberapa ruas jalan kami persilakan dipakai untuk lokasi parkir. Kami harap para penonton tidak parkir sembarangan karena bisa mengganggu kenyamanan penonton atau masyarakat lainnya,” jelas Usman.
Geladi Bersih
Sementara itu, seluruh peserta SBC 2018 melakukan geladi bersih di Stadion Sriwedari, Jumat siang. Ini merupakan persiapan terakhir sebelum mereka pentas saat grand carnival di Stadion Sriwedari, Sabtu siang. Dilanjutkan dengan karnaval dari Stadion Sriwedari menuju Benteng Vastenburg sore harinya.
Berdasarkan pantauan Koran Solo para peserta yang terdiri atas delapan defile latihan melakukan simulasi pentas dan koreografi sejak pukul 14.00 WIB. Diiringi musik aransemen Gilang Ramadhan Studio Band (GRSB). Sebelumnya dijadwalkan mereka mengenakan kostum lengkap pada saat geladi resik. Namun, hingga pukul 14.45 WIB belum ada yang mengenakan kostum karnaval lengkap.
Sementara di Benteng Vastenburg seperti biasa ramai stand pameran mulai makanan, produk fashion, maupun pentas seni pada malam harinya. Serangkaian pra event SBC tersebut diselenggarakan sejak Rabu-Sabtu (11-15/7). SBC 2018 bakal ditutup dengan malam penganugerahan pada hari terakhir. Di antaranya kostum, riasan, dan penampil terbaik selama karnaval. (Ika Yuniati/JIBI)

IRAWAN SAPTO ADHI
redaksi@solopos.co.id