Pahlawan Kebersihan dan Kejujuran

Hengki menggeleng. “Aku tidak berani membukanya,” kata Hengki. Ia mengulurkan dompet itu kepada Tikno. Tikno membuka dompet itu. Ia mengambil KTP dan membaca identitas pemilik dompet itu. Lalu ia melirik jam dinding.
“Ayo, kita kembalikan kepada pemiliknya,” kata Tikno.
“Lah, memangnya kamu tahu alamatnya?” tanya Hengki.
Tikno manyun. Ia maklum temannya memang begitu. Tikno mengajak Hengki bergegas. Mereka berhenti di depan rumah berpagar besi warna merah. Rumah yang begitu besar. Mereka mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Seorang ibu paruh baya menyambut mereka.
“Pagi, Bu. Teman saya menemukan dompet Bapak Priya di lapangan semalam. Apakah betul rumahnya di sini?” tanya Tikno.
Seorang pria keluar begitu namanya disebut. “Betul..betul.. Itu dompet saya,” katanya dengan wajah berbinar. “Di mana kamu menemukannya, Nak?”
“Sa….saya menemukannya sewaktu saya memulung sampah di lapangan semalam, Pak,” kata Hengki.
Hengki nampak ketakutan. “Sa..saya tidak membukanya, Pak. Saya tidak mengambil apa-apa.” Wajahnya pucat. Ia takut disangka yang tidak-tidak oleh Pak Priya. Tawa pria itu pecah.
“Tidak..tidak.. Saya berterima kasih dompet saya dikembalikan. Masih utuh, kok. Surat-suratnya juga tidak ada yang hilang. Kalian anak yang jujur.”
“O, jadi kalian sering memulung ya?” tanya Bu Priya.
“Iya, Bu. Sepulang sekolah kami memulung sampah,” kata Tikno.
“Wah hebat. Kalian pahlawan kebersihan, dong,” kata Bu Priya lagi.
Tikno dan Hengki hanya tersenyum. Pak Priya tak henti mengucapkan terima kasih.
“Bukan saya lo, Pak yang menemukannya,” kata Tikno sambil tersenyum. “Tapi teman saya, Hengki.”
“Tapi, kalian kan yang mengembalikannya?” kata Pak Priya. Semua tertawa terbahak. “Kalian pantas mendapat julukan pahlawan kebersihan dan kejujuran.”
“Eh, iya Pak. Kan ini tanggal 10 November. Hari Pahlawan,” kata Hengki. “Ayo Tikno, nanti kita terlambat. Kan ada upacara.”
“Oh iya, ya,” kata Pak Priya.
Bu Priya mengingatkan sudah hampir jam tujuh. Pak Priya pun bersedia mengantarkan mereka ke sekolah. (Selesai/Dok/Solopos)

Oleh: Yudadi B.M. Tri Nugraheny