Yuk, Sambut Asian Games 2018!

Adik-Adik, Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Yuk kita longok sejarah penyelenggaraan Asian Games.
Dikutip dari situs resmi asiangames.com, Jumat (20/7), Asian Games kali pertama diadakan pada 1951 di New Delhi.
Pada penyelenggaraan pertama itu, Asian Games diikuti 491 atlet dari 11 Komite Olimpiade Nasional (National Olympic Commitee/NOC) yakni Afghanistan, Burma, Srilangka, India, Indonesia, Iran, Jepang, Nepal, Filipina, Singapura, dan Thailand. Asian Games pertama ini secara resmi dibuka Presiden Rajendra Prasa di Stadion Nasional Dhyan Chand, dengan memperebutkan 169 medali emas dan mempertandingkan enam cabang olahraga.
Giliran berikutnya Manila, Filipina, pada 24 April – 9 Mei 1954. Dihadiri 970 peserta dari 19 NOC. Presiden Filipina, Ramon Magsaysay, membuka secara resmi Asian Games II di Stadion Rizal Memorial di Malate, Manila. Sebanyak 229 medali emas disediakan di ajang yang mempertandingkan delapan olahraga cabang ini.
Lalu, Asian Games ke-3 diadakan di Tokyo, Jepang, pada 24 Mei – 1 Juni 1958. Jumlah pesertanya lebih banyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, 1.820 atlet yang mewakili 20 NOC. Asian Games ketiga ini secara resmi dibuka oleh Kaisar Hirohito di Stadion Olympic dan menampilkan 12 cabang olahraga.
Indonesia untuk kali pertama menjadi tuan rumah Asian Games pada 1962. Ajang yang berlangsung 24 Agustus-4 September itu dibuka secara resmi oleh Presiden Soekarno di Stadion Gelora Bung Karno. Diikuti 1.460 atlet yang mewakili 17 NOC Asia, multi event ini menampilkan 13 cabang olahraga. Asian Games 1962 ini menyediakan 372 medali emas.
Setelah itu, Asian Games V diselenggarakan 9-20 Desember 1966 di Bangkok, Thailand. Diikuti 1.945 atlet yang mewakili 18 NOC Asia, Raja Bhumibol Adulyadej secara resmi membuka ini Asian Games ini di Stadion Suphachalasai.
Secara beruntun, Bangkok kembali menjadi tuan rumah Asian Games ke-6 yang diselenggarakan pada 1970. Awalnya, Korea Selatan terpilih menjadi tuan rumah, tapi mengundurkan diri karena alasan keuangan dan ancaman keamanan. Ajang ini dihadiri 2.400 atlet dari 18 negara serta mengikuti 15 cabang olahraga.
Asian Games ke-7 digelar di Stadion Aryamehr Teheran, Iran, pada 1-16 September 1974. Asian Games ini diikuti 3.010 atlet yang mewakili 25 NOC. Para atlet bertanding untuk memperebutkan 609 keping medali emas yang disediakan di 18 cabang olahraga.
Thailand mencetak hattrick saat untuk kali ketiga menjadi tuan rumah Asian Games VIII pada 9-20 Desember 1978. Awalnya, Singapura ditunjuk menjadi tuan rumah, namun Negeri Singa itu membatalkan rencana karena alasan keuangan. Kota Islamabad, Ibu Kota Pakistan sempat muncul sebagai pengganti, namun muncul penolakan dari beberapa negara Asia Selatan karena konflik negeri itu dengan Bangladesh dan India. Raja Bhumibol Adulyadej secara resmi membuka Asian Games ketiga kali di Stadion Suphachalasai. Total ada 3.842 atlet yang berasal dari 25 NOC mengikuti kompetisi di 21 cabang olahraga yang menyediakan 626 medali emas.
Kali Kedua
Untuk kali kedua, India menjadi tuan rumah Asian Games pada 19 November-4 Desember 1982. Ini momen bersejarah sebab untuk kali pertama ajang Asian Games berada di bawah naungan Dewan Olimpiade Asia (OCA). Sebanyak 4.595 atlet dari 33 NOC berpartisipasi dan bersaing di 21 cabang olahraga.
Asian Games X diadakan di Seoul, Korea Selatan, pada 20 September-5 Oktober 1986. Sebanyak 4.839 atlet dari 27 NOC mengikuti ajang yang mempertandingkan 24 cabang olahraga.
Nah terkait penyelenggaraan Asian Games 2018 ini, ada tiga maskot yang wajib kalian ketahui yaitu Bhin Bhin, Atung, dan Kaka.
Bhin Bhin adalah seekor burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda) yang merepresentasikan strategi. Bhin Bhin mengenakan rompi dengan motif Asmat dari Papua.
Atung adalah seekor rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) yang merepresentasikan kecepatan. Atung mengenakan sarung dengan motif tumpal dari Jakarta.
Kaka adalah seekor badak bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) yang merepresentasikan kekuatan. Kaka mengenakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang. (JIBI)

redaksi@koransolo.co
Astrid Prihatini W.D.