Puluhan Warung Dihantam Gelombang

WONOGIRI—Gelombang tinggi di kawasan pantai selatan dalam beberapa waktu terakhir kurang bersahabat. Akibatnya, puluhan warung di kawasan pantai di wilayah Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, rusak tersapu tingginya ombak.

Beberapa pemilik warung terpaksa beralih pekerjaan untuk sementara waktu demi mendapatkan penghasilan tambahan.
Berdasarkan pantauan Koran Solo di Pantai Sembukan, Sabtu (28/7) pagi, hantaman ombak yang menerpa karang mencapai ketinggian berkisar sepuluh meter. Tak tampak pengunjung yang berwisata di pantai selatan Wonogiri tersebut.
Pengelola Pantai Sembukan, Tulatno, saat ditemui di lokasi, mengatakan puncak ombak terjadi pada Rabu (25/7). Ombak tinggi tersebut disertai dengan angin yang cukup kencang hingga menimbulkan suara gemuruh dan menimbulkan getaran pada kaca bangunan sekitar.
“Terdapat satu warung yang rusak di bawah dekat dengan bibir pantai, beruntung kerusakan tidak terlalu banyak. Air saat itu sangat tinggi, mungkin 30 meter. Namun cukup jauh dengan warung-warung, beberapa lokasi jalan rabat rusak, perbukitan di sekitar pantai hampir terendam air saat itu,” ujarnya.
Menurutnya, akibat ombak tinggi pengunjung Pantai Sembukan menurun drastis. Rata-rata saat akhir pekan pengunjung dapat mencapai 200 orang. Pada hari biasa, berkisar puluhan orang. Setelah ramainya pemberitaan mengenai gelombang tinggi, pada hari biasa hanya dua orang bahkan tidak ada pengunjung sama sekali.
“Saat ini ombak mulai berangsur menurun, untuk berwisata sekadar melihat panorama alam, Pantai Sembukan sangat aman,” kata dia.
Salah satu pemilik warung, Peo, mengaku dengan adanya gelombang tinggi penghasilannya menurun. Beberapa warung memilih tutup akibat sepinya wisatawan. omzet yang biasanya mencapai ratusan ribu rupiah kini hanya puluhan ribu rupiah.
Bermain Pasir
Sementara, sebelah Pantai Sembukan, yakni di Pantai Klotok terdapat beberapa bagian anak tangga untuk turun ke bibir pantai mengalami kerusakan. Menurut salah satu warga Desa Kranding, Tagimin, kerusakan pembatas tangga berupa tembok disebabkan akibat ombak yang besar. Kerusakan tersebut terjadi pada Jumat (27/7) sore.
Kemudian, di Pantai Nampu akibat gelombang tinggi yang terjadi pada pekan ini menyebabkan hampir sepuluh warung rusak. Berdasarkan pantauan Koran Solo, hanya beberapa warung yang berada jauh dari bibir pantai yang buka. Pada Sabtu (28/7), ombak yang terjadi tidak begitu tinggi dibandingkan Pantai Sembukan. Ketinggian ombak berkisar dua meter, terdapat beberapa pengunjung yang bermain pasir. Sementara, puluhan pengunjung lainnya hanya menikmati panorama alam di warung-warung yang berada di dataran tinggi.
Salah satu pemilik warung yang mengalami kerusakan, Jumin, warga Paranggupito, mengaku beberapa peralatan seperti meja, kursi, dan perabotan untuk berjualan hanyut terbawa ombak. Hal itu terjadi pada Rabu hingga Kamis (25-26/7) pagi. Menurutnya, pada dinihari ia telah melihat pergerakan air yang semakin tinggi dengan angin yang sangat kencang. Alhasil warung yang berada di bibir pantai porak poranda.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan berdasarkan info Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) peringatan gelombang tinggi terjadi hingga Minggu (29/7). Ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika di pantai. Ia juga selalu berkoordinasi dengan jajaran pemerintah setempat mengenai info gelombang tinggi.

Ichsan Kholif Rahman
redaksi@koransolo.co