BENCANA KEKERINGAN Musuk & Juwangi Mulai Minta Air Bersih

Dok
Ambil air: Warga mengambil air pada lubang resapan sungai di Dukuh Cungkup, Kecamatan Juwangi, belum lama ini. Saat ini sebagian warga Boyolali mulai kesulitan air.

BOYOLALI—Musuk dan Juwangi, dua wilayah yang mengalami krisis air di Boyolali mulai mengajukan bantuan air bersih kepada Pemkab Boyolali.

Akhmad Ludiyanto
redaksi@koransolo.co

Kabag Kesra Setda Boyolali Hendrayanto BL mengatakan atas permohonan tersebut, pihaknya sudah melakukan dropping (pengiriman) air bersih sejak 24 Juli. “Pengiriman ke daerah-daerah yang krisis kami lakukan sejak Selasa [24/7],” ujarnya, Kamis (2/8).
Dia menjelaskan, permohonan bantuan air bersih ke Pemkab baru masuk dari daerah Musuk dan Juwangi. “Permintaan yang sudah masuk dan sudah dilakukan pengiriman yaitu dari Kecamatan Musuk, yakni Desa Sukorejo empat tangki, Desa Sangup enam tangki, dan Desa Jemowo enam tangki,” ujarnya.
Sedangkan permohonan dari Juwangi, ada dua desa yang mengajukan bantuan yakni Desa Ngaren dan Desa Kalimati. Atas permohonan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak ketiga penyedia layanan jasa air bersih terdekat. “Di Juwangi ada permohonan dari Desa Ngaren dan baru saja [Kamis] saya dapat pesan ada satu lagi pemohon air bersih yaitu Kalimati. Kami langsung cari rekanan untuk armada tangkinya dan air bersihnya kami bekerja sama dengan PUDAM Boyolali,” imbuhnya.
Di sisi lain, bantuan air bersih dari instansi lain sudah mulai mengalir ke Musuk. Polres Boyolali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Desa Lanjaran, Kecamatan Musuk, Jumat (27/7) pekan lalu. Ada 15 tangki yang diberikan kepada warga di lereng Merapi sisi timur itu.
Sementara itu, Camat Kemusu Suratno saat ditemui di Kantor Setda Boyolali, Kamis, mengatakan meskipun wilayahnya masuk dalam peta rawan kekeringan, namun hingga saat ini belum ada permohonan air bersih dari warganya. “Daerah kami memang masuk dalam peta kerawanan, tetapi sampai saat ini belum ada permohonan bantuan air bersih dari warga,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Bambang Sinungharjo mengatakan daerah rawan kekurangan air bersih di Boyolali adalah Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Karanggede, Andong, dan Musuk.
“Pemetaan daerah rawan kekeringan untuk tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya, tidak ada perubahan. Di wilayah utara ada Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Karanggede, dan Andong. Sedangkan di wilayah selatan ada di Kecamatan Musuk,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.