KASUS TEMUAN BAYI Pelaku Belum Ditangkap, Polisi Beri Nama Deri

SOLO—Satuan Reserse Krimial (Satreskrim) Polresta Solo belum menangkap pelaku yang meninggalkan bayi di dalam kamar Hotel Karya Jaya, Gilingan, Banjarsari, Solo, 26 Juni lalu. Sementara itu, bayi laki-laki yang ditemukan di kamar hotel tersebut diberi nama Deri.
“Kondisi bayi saat ditemukan petugas hotel mengalami sakit kuning. Petugas klinik Bhayangkara langsung merawat bayi secara intensif. Kami bersyukur hanya dua hari bayi bisa sembuh,” ujar bidan klinik Bhayangkara Polresta Solo, Asty Triandini saat ditemui Koran Solo di klinik, Kamis (2/8).
Ia menjelaskan kondisi bayi juga kurang minum saat ditemukan di lemari kamar hotel. Petugas di klinik Bhayangkara memberi nama bayi, Deri, yang memiliki makna ditemukan di lemari. Deri setelah sebulan dirawat di klinik Bhayangkara mengalami pertumbuhan berat badan menjadi 4,7 kg dari sebelumnya 2,5 kg. Panjang Deri saat ini juga sudah 58 sentimeter.
“Deri kondisinya sekarang sehat. Bahkan setiap hari menghabiskan susu formula 200 gram. Kami juga sering mengajak Deri jalan-jalan di luar klinik agar tidak bosan,” kata dia.
Kepala Klinik Bhayangkara Polresta Solo, Iptu Cahyo Agus, mengaku belum bisa memastikan sampai kapan Deri dirawat di klinik Bhayangkara. Pihaknya masih menunggu instruksi dari Satreskrim yang masih menyelidiki kasus pembuangan bayi itu.
“Kami nantinya menyerahkan Deri ke Dinsos [Dinas Sosial] Solo kalau penyelidikan sudah selesai,” kata dia. Ia menjelaskan sampai sekarang ada dua warga Soloraya yang datang ke klinik berniat mengadopsi Deri. Namun pihaknya belum bisa memberikan jawaban karena proses hukum masih berjalan.
Wakasatreskrim Polresta Solo AKP Sutoyo mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo mengungkapkan pemeriksaan saksi masih berjalan sampai sekarang. “Kami masih berkoordinasi dengan Polsek Banjarsari dalam menangani kasus ini. Warga yang mengetahui adanya pelaku bisa menghubungi polisi terdekat,” kata dia. (Muhammad Ismail)