HEAD TO HEAD

JAKARTA—Teka-teki soal pasangan capres-cawapres dalam Pilpres 2019 akhirnya terjawab, Kamis (9/8), sehari menjelang batas akhir pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

 

Seperti 2014, Pilpres 2019 dipastikan akan diikuti dua pasangan calon (head to head) calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Mereka adalah Joko Widodo-Ma’ruf Amin versus Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
Pemilihan Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi cukup mengejutkan dan dilakukan menjelang deklarasi di Restoran Plataran Menteng, Jakarta, Kamis waktu Magrib. Sebelumnya, nama Mahfud Md. santer disebut-sebut bakal mendampingi mantan Wali Kota Solo itu sebagai cawapres. Bahkan Mahfud yang sudah dihubungi Jokowi pada Rabu (8/8) malam diminta standby.

Tidak hanya itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini sudah menjahit baju khusus untuk menghadiri pengumaman dirinya sebagai cawapres bersama Jokowi, serta mengurus Surat Keterangan Tidak Pernah sebagai Terpidana di Pengadilan Negeri (PN) Sleman.
Sementara Prabowo akhirnya memilih Sandiaga Uno. Wakil Gubernur DKI Jakarta itu dipilih sebagai jalan tengah setelah terjadi jalan buntu (deadlock) di antara partai politik anggota koalisi oposisi. Nama Sandiaga sebenarnya telah menguat pada Rabu malam menyusul tidak bersedianya Ustaz Abdul Somad (UAS) yang memilih jalan dakwah, serta penolakan anggota parpol koalisi terhadap Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al-Jufri, dan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal ini yang membuat Partai Demokrat pada Kamis malam tidak masuk sebagai parpol pengusung Prabowo-Sandiaga Uno.
Deklarasi Jokowi-Ma’ruf dihadiri oleh ketua umum dan sekjen sembilan parpol peserta koalisi. Sembilan parpol itu adalah Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Golkar, PKB, PPP, PDIP, PSI, Perindo, dan PKPI. Deklarasi yang sedianya dijadwalkan pukul 16.00 WIB molor hingga seusai Magrib.
”Saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai-partai koalisi, yaitu Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres periode 2019-2024 adalah Profesor Doktor Ma’ruf Amin,” kata Jokowi dalam konferensi pers bersama sembilan ketum parpol koalisi,
Jokowi mengaku mempunyai sejumlah alasan menggandeng Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ketua Rais Aam Syuriah PBNU itu. ”Mungkin ada beberapa pertanyaan dari masyarakat luas, mengapa Ma’ruf Amin yang dipilih. Beliau adalah sosok utuh sebagai tokoh agama yang bekerja sama,” ucap Jokowi.
Dia juga mengatakan Ma’ruf merupakan sosok yang kaya pengalaman di sejumlah institusi legislatif dan pemerintahan. ”Beliau sebagai anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, dan Wantimpres,” ucap Jokowi.
Jokowi juga menyampaikan Ma’ruf juga menjadi ketua di PBNU. ”Rais Aam PBNU dan juga Ketua MUI,” ucap dia. Dengan pengalamannya yang dimiliki Ma’ruf, Jokowi menilai Ma’ruf sosok yang tepat sebagai pendampingnya di Pilpres 2019. ”Dalam kaitannya dengan Kebinekaan Profesor Ma’ruf Amin juga menjabat sebagai Dewan Pengarah BPIP. Demikian yang dapat saya sampaikan,” ucap Jokowi.
Ma’ruf Amin mengaku baru men­dapatkan kabar soal penunjukannya sebagai cawapres Jokowi pada Rabu sore. Dia mengaku kaget menerima kabar tersebut. ”Saya tahu tadi sore setelah Asar. Ya kaget juga lah kok saya, ya alhamdulillah,” kata Ma’ruf Amin di rumahnya, Koja, Jakarta Utara, Kamis.
Dia mengaku sebenarnya sempat berbincang dengan Jokowi pada Rabu (8/8). Namun saat itu lebih banyak bicara masalah kebangsaan. ”Urusan MUI yang banyak, mengenai persoalan bangsa itu aja,” ujar Ma’ruf.
Ma’ruf menganggap penunjukan dirinya sebagai cawapres sebagai bentuk penghargaan Jokowi kepada para ulama. Dia mengucapkan terima kasih kepada Jokowi. Ma’ruf mengatakan akan sekuat tenaga menjalankan program Nawacita Jokowi. Dia mengatakan yang paling utama ialah menjaga keutuhan bangsa dalam menjaga kedamaian dan keamanan. Setelah itu, Ma’ruf akan membantu untuk membangun ekonomi Indonesia.
”Saya akan membantu sekuat tenaga program beliau, utama sekali itu di dalam menjaga keutuhan bangsa dalam menjaga kedamaian dan keamanan. Tanpa kedamaian dan keamanan kan nggak bisa bangun. Baru kita membangun ekonomi, ekonominya itu harus menghilangkan kesenjangan, membangun ekonomi masyarakat bawah. Jadi nanti bukan melemahkan yang kuat tapi menguatkan yang lemah sehingga terjadi sinergi yang lain,” ungkapnya.
Kaget
Sementara itu, Mahfud Md. mengaku sebelumnya telah dihubungi pihak Jokowi untuk menjadi cawapres. Dia pun menyatakan kesiapannya menjalani tugas tersebut. Dia menganggap panggilan itu sebagai suatu hal bersejarah.
”Ini panggilan sejarah, karena seperti Anda tahu pergulatan politiknya agak panjang dan agak kritis akhir-akhir ini, dan pada akhirnya keputusan sangat mudah dan smoooth, dan jatuh kepada saya, dan saya anggap ini panggilan sejarah,” kata Mahfud Md. sesaat sebelum menuju Restoran Plataran Menteng, Jakarta, Kamis.
Menurut Mahfud, dirinya diberi tahu Mensesneg Pratikno bahwa Presiden Jokowi memilih Mahfud sebagai cawapres mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. ”Tadi [Rabu] malam mem­beritahu agar saya standby, tadi dipanggil untuk menyerahkan CV [biodata] oleh Pak Pramono Anung,” kata Mahfud.
Dia bahkan mengaku sudah menjahit baju khusus untuk menghadiri pe­ngumaman dirinya sebagai cawapres bersama Jokowi. ”Sekaligus jahit baju,” Mahfud Md. menambahkan.
Saat sembilan ketum parpol bersama Jokowi menggelar rapat di Restoran Plataran Menteng untuk mengumumkan cawapres yang akan diusung, Mahfud Md. saat itu langsung melenggang ke daerah Menteng. Namun ternyata mantan Menteri Pertahanan era Abdurrahman Wahidn (Gusdur) itu tidak mengarah ke tempat berkumpul Jokowi dan para pimpinan parpol koalisi. Mahfud menunggu di suatu tempat.
Di tengah rapat Jokowi bersama sembilan ketum parpol, sebuah kejutan pun muncul, Sekjen DPP PKB, Abdul Kadir Karding, tiba-tiba mem-posting tulisan dan gambar yang mengejutkan di akun Twitternya @Kadir_Karding. Dia menyebut Jokowi memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapres. ”Rapat antara pak @jokowi dan ketum2 , sekjen partai pendukung memutuskan Prof Dr Kh Ma’ruf amin sebagai calon wapres pak jokowi,” tulis Karding.
Jokowi-Ma’ruf akan mendaftarkan diri ke KPU, Jumat (10/8) ini pukul 09.00 WIB. Jokowi bersama Ma’ruf akan berangkat ke KPU dari Gedung Djoeang 45, Menteng, Jakarta Pusat. ”Jam sembilan pagi, kami akan mendaftarkan ke KPU. Berangkat dari Gedung Djoeang 45 ke KPU,” ucap Jokowi.
Sementara itu, Prabowo mengumumkan cawapres Sandiaga Uno di depan rumahnya, Jl. Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, pukul 23.25 WIB. Deklarasi diikuti ketum parpol yaitu Gerindra, PKS, dan PAN. Hadir dalam deklarasi itu Ketum PAN Zulkifli Hasan dan tokoh senior PAN Amien Rais, Presiden PKS Sohibul Iman dan senior PKS Salim Segaf Al-Jufri.
Menurut Prabowo, pengambilan keputusan ini dilakukan dengan proses yang tidak mudah. Ada tiga parpol dalam koalisi yakni Gerindra, PKS dan PAN. Prabowo mengapresiasi PAN dan PKS yang rela mengikhlaskan posisi cawapres untuk Sandiaga.
”Saudara Sandiaga Uno merupakan pilihan yang terbaik dari yang ada,” ka­ta Prabowo dalam deklarasi ca­­pres-cawapres.
Prabowo meminta Sandiaga mundur dari Gerindra. Sandiaga juga akan mundur dari posisi Wagub DKI. ”Beliau bersedia mundur dari jabatan-jabatan itu untuk bisa diterima,” ujar eks Danjen Kopassus itu.
Pada kesempatan itu, Sandiaga langsung meminta doa restu untuk mendampingi Prabowo. ”Singkat saja, kami mohon doa restu untuk menghadirkan pemerintahan yang kuat dan kemandirian bangsa,” ucap Sandiaga. ”Dengan pemerintahan yang bersih,” sebut Sandiaga.
Prabowo-Sandiaga akan mendaftarkan diri sebagai pasangan capres-cawapres ke KPU, Jumat siang. Mereka berencana Salat Jumat di Masjid Istiqlal sebelum mendafarkan diri ke KPU. ”Insya Allah besok [hari ini] kami akan mendaftar di KPU sesudah Salat Jumat yang rencananya salat bersama di Masjid Istiqlal,” kata Prabowo. (Haryono Wahyudiyanto/Detik/Liputan6.com/JIBI)

redaksi@koransolo.co