Korsleting, Rumah Pasangan Lansia Ludes Terbakar

Koran Solo/Tri Rahayu
puing-puing: Warga membersihkan puing-puing bekas bangunan yang terbakar di rumah milik Darno, 65, warga Dukuh Bolo, Banaran, Sambungmacan, Sragen, Kamis (9/8).

SRAGEN—Musibah kebakaran melanda rumah milik pasangan suami-istri, Darno, 65, dan Sumiyem, 58, yang terletak di Dukuh Blolo RT 006/RW 002, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Kamis (9/8). Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Rumah pasangan kakek-kakek dan nenek-nenek itu ludes dengan total kerugian mencapai Rp75 juta.
Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Sambungmacan AKP Joko Widodo saat dihubungi Koran Solo, Kamis siang, menyampaikan kronologi berdasarkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadi. Dari keterangan saksi Ahmad Hadi Munawar Juwadi, 55, awalnya melihat asap mengepul di bagian atap rumah. Saaat memasuki rumah, Ahmad kaget karena kasur di ruang belakang sudah terbakar. Ahmad pun berteriak meminta tolong warga sekitar tentang kebakaran tersebut. Warga berdatangan sembari menyelamatkan barang-barang milik Darno.
Karti, 47, warga lainnya, juga berteriak meminta tolong untuk memadamkan api di rumah korban. Ia berusaha memadamkan api dengan menggunakan air jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dari rumahnya. Setelah itu datang warga lainnya yang membantu memadamkan api dan menyelamatkan barang.
“Pemilik rumah sendiri saat kebakaran baru pergi ke sawah. Saat pergi ia tidak menyalakan kompor, obat nyamuk, atau rokok, maupun lampu. Darno berangkat ke sawah sekitar pukul 05.00 WIB. Sementara istrinya, Suminem juga pergi untuk buruh tandur di sawah bersamaan dengan Darno. Jadi penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujar Joko.
Joko menjelaskan bangunan yang terbakar berupa rumah bagian belakang, bagian dapur, tumpukan jerami yang terletak dengan dapur. Sementara barang-barang yang terbakar, sebut dia, berupa uang tunai Rp1,8 juta milik Suminem dan Rp700.000 milik Darno yang semuanya disimpan di lemari. Selain itu surat-surat berharga, seperti dua buah BPKB dan sertifikat tanah juga hangus terbakar. Dia menyatakan kerugian material yang dialami korban mencapai Rp75 juta.
Dia mengatakan pemandam dilakukan dengan bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran. Dia menyampaikan api berhasil dipadamkan pada pukul 09.30 WIB. Setelah api padam tim identifikasi Polres Sragen bersama Polsek Sambungmacan melakukan olah kejadian perkara. “Hasil identifikasi tersebut ditemukan kesimpulan bila kebakaran yang melanda rumah Darno diduga karena korsleting pada pesawat televisi,” ujarnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, menyampaikan beberapa barang milik korban berhasil diselamatkan, seperti sapi, motor, gabah, dan perabot rumah tangga lainnya. “Korban termasuk keluarga miskin sehingga BPBD mengirimkan bantuan berupa pakset sembako, selimut, peralatan makan, terpal, dan sandang,” tambahnya.(Tri Rahayu)