Kementan Siap Ekspor Bawang Merah 15.000 Ton

JAKARTA—Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan mengekspor bawang merah 15.000 ton pada 2018. Jumlah itu naik dua kali lipat dibandingkan 2017 lalu.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, mengatakan untuk memacu ekspor komoditas pertanian, perlu diperkuat jejaring kerja dan sinergi antara petani, pemerintah, dan eksportir.
Dia menjelaskan Kementaran akan terus mendorong ekspor bawang merah terutama pada bulan-bulan puncak panen yaitu Juli hingga September.
”Ekspor bawang merah terus kita dorong karena terbukti memberikan banyak multiplier effect positif, di antaranya petani menjadi lebih semangat menanam, harga terjaga stabil, perbaikan mutu produksi dan sebagainya,” ujar Prihasto, seperti dikutip Liputan6.com, Sabtu (11/8).
Sejak 2016, Pemerintah telah menyetop total impor bawang merah jenis shallot dan melakukan terobosan gemilang dengan menggenjot ekspor ke beberapa negara tetangga.
Sebelumnya 2014, Indonesia masih impor bawang merah hingga 74.903 ton dan 2015 impor menurun drastis menjadi 17.428 ton
Data BPS menyebutkan pada 2017, ekspor komoditas hortikultura naik tajam, khususnya untuk komoditas bawang merah yg mencapai 7.750 ton atau naik 93,5 persen dibandingkan 2016 yang hanya 736 ton. Pada 2018, Kementan mematok target ekspor bawang merah hingga 15.000 ton.
Direktur PT Aman Buana Putra sebagai salah satu eksportir bawang merah, Aman Herry Satyo, menjelaskan pihaknya berkomitmen mengekspor 6.000 ton bawang merah pada 2018.
”Ekspornya secara bertahap ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Kami sangat mendukung upaya Mentan Amran Sulaiman meningkatkan ekspor pertanian khususnya bawang merah” ujar dia.
Pihaknya mengaku tidak terlalu sulit mendapat pasokan karena sentra penghasil bawang merah saat ini sudah menyebar di banyak daerah. Suplai bawang merah diperoleh dari para petani di Malang, Bima, Sumbawa, dan Probolinggo.
”Pasar luar negeri membutuhkan bawang merah berukuran sedang hingga besar, warna merah cerah, kadar air rendah dan fresh. Varietas lokal yang potensial diekspor adalah Super Phillip atau Biru Lancor,” terang Aman. (JIBI)