Tes kesehatan Jokowi-Ma’ruf Jalani Tes 12 Jam

JAKARTA—Pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2019, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin, akhirnya selesai menjalani serangkaian tes kesehatan selama 12 jam, Minggu (12/8). Meski pemeriksaan berlangsung lama, keduanya mengaku tak merasakan kelelahan.

Jokowi mengatakan lebih dulu selesai menjalani pemeriksaan kesehatan dibandingkan Ma’ruf.
Hal itu lantaran Jokowi memang lebih dulu diperiksa oleh tim medis. ”Saya diperiksa lebih cepat, karena diperiksanya duluan,makanya lebih cepat saya,” kata Jokowi saat ditemui di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu malam.
Jokowi menjelaskan dalam proses pemeriksaan, dirinya bisa lebih cepat lantaran ia sudah hafal betul dengan urutan tes kesehatan ini. Karena itu, ia tak perlu lagi diberikan instruksi. Selama menjalani pemeriksaan yang memakan waktu lebih dari 12 jam itu, Jokowi mengaku tubuhnya masih terasa segar bugar. Ia berharap hasil dari pemeriksaan pun dapat berjalan dengan baik.
Ma’ruf pun diyakini oleh Jokowi masih tampak segar. Hal itu sekaligus mematahkan persepsi banyak orang yang meragukan pria berusia 75 tahun itu bisa lolos tes kesehatan ini untuk menjadi cawapres. ”Alhamdulillah enggak ada kendala, enggak kelelahan juga. Beliau [Ma’ruf] kalau dilihat juga masih segar bugar, dan saya juga masih segar bugar,” tutupnya.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ilham Oetama Marsis, menyatakan hasil pemeriksaan kesehatan maksimal diserahkan ke KPU pada Selasa (14/8).
Menurut Ilham, hasil tersebut berupa kesimpulan calon tersebut mampu atau tidak mampu secara jasmani dan rohani, serta positif atau negatif penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. ”Kewenangan menyampaikan hasil dan keputusan selanjutnya menjadi kewenangan KPU RI,” lanjut dia.
Ada perbedaan dalam pelaksanaan tes kesehatan untuk Pilpres 2019 dibanding Pilpres 2014. Tim dokter gabungan dari RSPAD Gatot Subroto dan IDI menggunakan alat kesehatan dengan teknologi termutakhir. Ketua tim pelaksana tes kesehatan bakal capres-cawapres, Astronias Awusi, mengatakan, untuk teknis dan bagian yang diperiksa dari bakal capres-cawapres tetap saja sama. ”Kamia akan menggunakan fasilitas atau peralatan yang paling canggih yang terdapat di rumah sakit yang ditunjuk oleh KPU,” jelas dia.
Ketua KPU, Arief Budiman, menyatakan hasil tes kesehatan berupa rekomendasi kondisi kesehatan capres-cawapres jika nantinya terpilih. Arief menjelaskan hasil tes kesehatan bukan menjadi satu-satu penentu bakal capres-cawapres itu lolos atau tidak. Menurutnya, masih banyak persyaratan yang harus dipenuhi bakal capres-cawapres agar dinyatakan lolos. ”Seluruh syarat harus terpenuhi secara kumulatif. Kalau dipenuhi semua baru ditetapkan,” ucap dia.
Tim Sukses
Sementara itu, Jokowi menyatakan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) akan menjadi ketua tim sukses untuk Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019. Jokowi menyatakan sudah berkomunikasi dengan JK mengenai keterlibatan dalam timses.
Koalisi partai pendukung Jokowi yang diberi nama Koalisi Indonesia Kerja (KIK) berisi sembilan partai yaitu PDIP, Golkar, PKB, PPP, Nasdem, Hanura, PKPI, Perindo, dan PSI. Mereka bergabung dalam timses yang berisi 11 direktorat. Hasto menyebut 11 direktorat itu adalah program, kampanye media dan sosmed, komunikasi politik, hukum dan advokasi, infokom, logistik dan APK, saksi pemilu, konten kampanye, penggalangan pemilih muda/milenial, penggalangan dan jaringan, dan sukarelawan.
Di kubu lawan, Partai Demokrat memastikan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak akan menjadi ketua tim kampanye untuk capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, Ketua Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dipastikan masuk tim sukses (timses) Prabowo-Sandi.
Cawapres Sandiaga Uno menyatakan AHY menjadi salah satu magnet yang bisa diandalkan untuk pasangan Prabowo-Sandi.”Banyak yang meminta Pak AHY sebagai magnet, sebagai tokoh yang dinanti-nanti,” kata Sandiaga.
Dia menyatakan koalisi Prabowo-Sandiaga yang hingga saat ini masih dalam pematangan. Dia sempat berkelakar, nama koalisi awalnya hendak diberi nama Oke Oce. Mengenai isu SBY akan menjadi ketua timses, dia enggan memberikan komentar.
”Kami butuh pengalaman beliau yang selama ini mampu menghadirkan pemerintahan yang kuat, lapangan kerja yang terbuka, harga-harga yang terjangkau,” kata Sandi. (Detik/Antara/Liputan6.com/Suara.com)