Penghalang Kokoh Barat dan Timur

Detik.com
BERDIRI TEGAK: Bagian dari Tembok Berlin masih berdiri tegak di dekat markas badan intelijen BND Jerman, Senin (13/8). Tembok yang ditemukan ini adalah bagian dari perimeter pertahanan luar dan dibangun untuk memberi keamanan tambahan pada tembok utama.

Berlin dan Jerman memperingati korban Tembok Berlin pada Senin (13/8) waktu Jerman. Sebuah tembok yang dibangun pada 13 Agustus 1961, ketika pemerintah Jerman Timur dipimpin Walter Ulbricht. Setelah diruntuhkan pada 1989, tembok itu kini dikenang sebagai penghalang kokoh Jerman Barat dan Jerman Timur. Berikut laporan yang dihimpun wartawan Harian Jogja, Galih Eko Kurniawan dari berbagai sumber.

redaksi@koransolo.co

Karangan dan rangkaian bunga diletakkan di Pusat Peringatan Tembok Berlin di Bernauaer Strasse pada Senin (13/8). “Ketika tembok ini dibangun, itulah awal pengorbanan dan derita panjang, yang korban-korbannya dikenang dan dihormati sampai sekarang,” kata pendeta Thomas Jeutner yang memimpin kebaktian di Kapel Rekonsiliasi di lokasi upacara peringatan, seperti dikutip dari Detikcom, Rabu (15/8).
Selama 28 tahun sejak didirikan Agustus 1961 sampai 9 November 1989, yang diperingati sebagai hari keruntuhannya, Tembok Berlin sepanjang sekitar 155 kilometer itu menelan korban 467 orang. 140 orang tewas langsung di lokasi tembok yang memisahkan kawasan barat dan kawasan timur kota Berlin.
Pembangunan Tembok Berlin membelah keseharian kota, memisahkan anggota keluarga, sahabat dan tetangga selama 28 tahun, kata Thomas Jeutner. Lokasi Pusat peringatan Tembok Berlin sekarang ada di Bernauer Strasse. Jalan ini dianggap sebagai simbol perpecahan Jerman.
Di sinilah foto yang menjadi terkenal di dunia dibuat, ketika seorang tentara Jerman Timur melompati kawat berduri untuk menyeberang ke sektor barat. Juga foto orang yang melompat keluar dari jendela apartemen, ketika melarikan diri dari rezim komunis Jerman Timur dibuat di jalan ini. Ketika tembok dibangun, bagian depan rumah itu terletak di Berlin timur, sementara muka rumahnya berada di Berlin barat.
Roland Jahn, Pejabat Urusan Dokumen STASI, dinas rahasia Jerman Timur yang ditakuti, mengatakan pembangunan tembok Berlin dan perpecahan Jerman harus terus diperingati. Masyarakat tidak boleh melupakan apabila pada 13 Agustus 1961, ketidakadilan telah dituangkan ke dalam beton.
Dia mengimbau agar para saksi mata berbicara dengan remaja dan generasi muda untuk menunjukkan tempat bersejarah ini dan menceritakan sejarahnya. Upacara peringatan diiringi dengan pameran seni dan berbagai acara mengenang para korban dan sejarah perpecahan Jerman.
Setelah bertahun-tahun runtuh, sejumlah warga menemukan segmen yang merupakan bagian dari Tembok Berlin di dekat markas badan intelijen BND Jerman. Tembok yang ditemukan ini adalah bagian dari perimeter pertahanan luar dan dibangun untuk memberi keamanan tambahan pada tembok utama.
Bagian Terlewat
Bagian sepanjang 20 meter dari Tembok Berlin ini ditemukan oleh sekelompok warga yang sedang berjalan-jalan di sebelah barat laut kota, kata anggota Dewan, Efraim Gothe. “Saya benar-benar terkejut bahwa masih ada bagian yang belum ditemukan,” ungkapnya.
Gothe termasuk di antara kelompok pejalan kaki yang menemukan bagian dinding tembok legendaris itu pada Juni lalu. Selama ini, bagian itu diselubungi semak-semak dan pepohonan. Pada hari itu, Gothe dan anggota lain dari kelompoknya tersandung dinding yang berdiri di dekat markas modern badan intelijen BND.
The Berlin Wall Foundation menegaskan struktur bangunan tembok itu asli. “Selalu ada bagian-bagian kecil yang tersembunyi di suatu tempat di sekitar kota,” ujar perwakilan yayasan itu, Gesine Beutin. Meski semua segmen utama dari tembok itu telah dipetakan pada awal 2000-an, masih ada kemungkinan beberapa bagian yang terlewat.
Selain itu, tembok pembatas sepanjang 155 kilometer yang berakhir di sekitar Berlin Barat terbuat dari berbagai jenis material, jadi bukan hanya dibuat dari tembok beton bertulang yang selama ini terkenal, tambahnya.
“Di lingkaran luar, di perbatasan ke negara bagian Brandenburg, ada juga benteng dengan pagar dan kawat duri, tentu saja. Itu tidak selalu terlihat seperti yang biasa dibayangkan,” tutur Beutin.
Tembok itu diketahui dibangun Pemerintah Jerman Timur untuk menghentikan orang-orang lari ke Barat. Para pejabat pemerintahan Komunis membenarkan tindakan ini dengan alasan untuk melindungi negara dari campur tangan Barat. Tembok itu sudah dihancurkan 27 tahun lalu. Selama berdiri, lebih dari 100 orang tewas ketika mencoba menyeberanginya. (JIBI/Detikcom)