Beras Saset Mulai Dijual di Solo

SOLO–Beras kemasan saset ukuran 200 gram mulai dipasarkan di Solo oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). Beras tersebut dijual dengan harga Rp2.500 per saset.
Pendistribusian yang dilakukan saat ini sebagai salah satu upaya sosialisasi atau pengenalan produk ke masyarakat. Berdasarkan pantauan Koran Solo, Kamis (16/8), beras saset tersebut sudah tersedia di beberapa pedagang di Pasar Legi. Salah satunya adalah di lapak beras milik Ali Wiyono.
Beras dengan merek Beraskita Premium tersebut memiliki kemasan dengan dominasi warna kuning kombinasi oranye. Pada kemasan tersebut juga tertulis diproduksi/dikemas oleh Perum Bulog.
Ali mengaku sudah menjual beras tersebut sejak pekan lalu. Beras dengan berat 200 gram tersebut dijual dengan harga Rp2.500/saset. Ada empat renteng beras saset yang dia tempatkan pada sebuah wadah yang tertata berdampingan dengan beras kiloan yang dia jual. Setiap renteng ada lima saset beras.
”Tapi ini belum ada yang laku. Mungkin belum banyak yang tahu itu adalah beras kemasan,” kata dia saat ditemui di lapaknya, Kamis. Menurutnya konsumen yang datang masih lebih memilih beras kiloan.
Pedagang lain, Maryani, juga sudah menjual beras saset tersebut. Namun sama seperti Ali, beras saset tesebut belum banyak diketahui masyarakat sehingga penjualannya pun belum optimal. ”Saat ini belum laku. Padahal sudah cukup lama tersedia,” kata dia.
Di sisi lain, beras saset tersebut belum tersedia secara merata di Solo. Salah satu pedagang Pasar Sangkrah, Kusmadi, mengaku belum menjual beras saset tersebut. Bahkan dia belum mengetahui jika sudah ada beras kemasan saset ukuran 200 gram tersebut. Pedagang di Pasar Nusukan, Didik, juga mengatakan belum ada beras saset tersebut yang dijual di tempatnya.
Kepala Bulog Subdivre Surakarta, Titov Agus Sabelia, mengatakan beras saset kemasan 200 gram sudah ada di Solo meskipun lokasi penjualannya belum merata. ”Saat ini telah dipasarkan di sebagian Kota Solo dan sebagian kecamatan di Sukoharjo yang berbatasan dengan Kota Solo,” kata dia, Kamis. Menurutnya saat ini Bulog masih melakukan tahap pengenalan produk kepada masyarakat.
Diberitakan, Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah (Jateng) mulai mendistribusikan beras renceng atau saset secara luas. Disebutkan saat ini Perum Bulog telah memproduksi beras renceng ukuran 200 gram mencapai 23.966 saset. Tujuan pemasaran beras saset, selain untuk mengantisipasi ulah mafia beras yang menyebabkan harga beras melambung, juga untuk mempermudah masyarakat memperoleh beras premium dengan ukuran praktis dan ekonomis. (Bayu Jatmiko Adi/JBI)