Nirina Tertantang

Nirina Zubir kembali hadir lewat sebuah film berjudul Liam dan Naila. Mengangkat drama percintaan di Tanah Minang, Nirina mengaku bangga bisa bermain film yang berlatar tanah kelahiran orang tuanya.
Di balik kebanggaannya, ternyata Nirina Zubir sempat keringat dingin saat menerima tawaran bermain di film garapan Maharya Picture. Hal ini karena meski berdarah Minang, Nirina belum fasih berbahasa Padang.
”Dikasih bahasa Minang, aku tuh yang sampai keringat dingin. Soalnya cengkoknya, bahasanya itu juga puitis banget halus dan punya banyak arti. Jadi merasa ya Allah, ke mana aja sih aku nih?” kata Nirina Zubir, dalam peluncuran trailer dan poster film Liam dan Laila di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, seperti dikutip dari liputan6.com, Kamis (13/9).
Hal lain yang membuat Nirina Zubir mau bermain di Liam dan Laila adalah untuk membuktikan bahwa dia memang memiliki darah Minang.Dalam beberapa kesempatan, diakui Nirina banyak orang yang memanggilnya dengan sebutan ’teh’ (sebutan untuk wanita di Bandung/Jawa Barat).
”Buat aku, ini menjadi film yang akhirnya orang percaya bahwa aku ini orang awak [Minang]. Aku pun enggak pikir panjang menerima tawaran di film ini. Penawaran ini ada dua kata kunci, mau enggak main film, mengenai Minang di Bukit Tinggi, aku langsung oke,” jelas Nirina Zubir.
Dalam film ini Nirina Zubir berperan sebagai Laila, seorang gadis Minang usia 31 tahun. Memerankan Laila, Nirina mengaku memilki kesulitan. Karakter Laila introvert berbeda dengan kesehariannya yang extrovert. (JIBI)