Konten Aman untuk Si Kecil

 

Konten video selalu jadi salah satu kegemaran anak-anak. Tayangan beragam kartun, acara interaktif, hingga yang berbau edukatif segala rupa. Jika dulu lebih populer menonton tayangan televisi, seiring perubahan zaman media tontonan juga turut berubah.
Pada era digitalisasi, Youtube seakan jadi saluran utama konsumsi konten video. Betapa tidak, rasanya semua jenis konten yang dicari bisa didapatkan di platform satu ini.
Akan tetapi, layaknya pisau bermata dua, keberagaman konten di Youtube juga bisa jadi bumerang untuk orang tua karena sulitnya mengontrol konten apa yang diakses anak-anak mereka.
Tampaknya platform yang ada di bawah naungan Alphabet Inc. ini memahami betul kekhawatiran para orang tua di era digital ini. Setelah pertama kali diluncurkan pada 2015 lalu, akhirnya Youtube membawa Youtube Kids ke Indonesia.
Seperti aplikasi pada umumnya, Youtube Kids dapat diunduh via PlayStore atau AppStore. Setelah selesai diunduh, begitu membuka aplikasi satu ini pengguna akan disuguhi pesan awal yang meminta orang tua memperhatikan beberapa ketentuan Youtube Kids.
Dalam pesan tersebut, dijelaskan bahwa konten-konten yang ada dalam Youtube Kids telah dikurasi oleh sistem Youtube dan menampilkan hanya konten yang ramah anak, tetapi hal tersebut tidak menutup kemungkinan kecil ada beberapa video yang kurang sesuai dengan preferensi orang tua masih lolos.
Untuk itu, Youtube Kids juga meminta bantuan orang tua agar segera melaporkan atau memblokir konten yang mereka anggap tidak sesuai bagi anak mereka dan tidak lagi akan melihat konten serupa di kemudian hari selama mereka masuk di Youtube Kids.
Kemudian, orang tua harus masuk log menggunakan akun mereka agar dapat membuat profil pengguna untuk anak mereka.
Setelah masuk, orang tua harus membuat profil anak mereka dengan menyertakan nama dan usia anak, termasuk akses kode bagi masing-masing anak.
Youtube Kids memungkinkan orang tua membuat beberapa profil sekaligus bagi masing-masing anak sehingga kebutuhan tiap anak yang berbeda dapat terwadahi.
Misalnya, untuk profil anak pertama yang berusia 9 tahun maka setelannya akan disesuaikan dan berbeda dengan setelan profil anak kedua yang baru berumur 4 tahun.
Tampilan muka Youtube Kids, sesuai dengan peruntukkannya, sangat identik dengan anak-anak lewat nuansa warna-warni dan gambar-gambar kartun yang ditampilkan plus latar musik yang ceria.
Youtube Kids memuat konten-konten dari kanal ramah anak seperti Kids TV Indonesia, Nuara TV, dan National Geographic Kids.
Ada empat kategori utama yang direkomendasikan yakni Music, Shows, Learning, dan Explore. Untuk kategori Music, sesuai namanya maka anak akan disuguhi beragam lagu, sementara kategori Shows akan memunculkan serial-serial favorit anak. Kemudian, kategori Learning memuat macam-macam video bermuatan edukatif seperti mengenal angka, belajar bahasa, dan lainnya.
Adapun, kategori Explore berisi konten yang lebih interaktif dan membangkitkan minat anak misalnya ada video simulasi menjadi dokter hewan, video vlogger cilik yang berbelanja perlengkapan sekolah, hingga video cara membuat kerajinan tangan.
Filter
Pada Youtube Kids, orang tua dapat memilih apakah akan mengaktifkan atau menonaktifkan fitur pencarian yang ada. Dengan menonaktifkan fitur pencarian, anak hanya dapat menonton video yang disediakan Youtube Kids di laman mereka sesuai kategori atau yang telah disimpan secara luring oleh orang tua dan tak dapat mencari konten lebih lanjut.
Berdasarkan pengalaman Bisnis menggunakan aplikasi ini, kendati fitur pencarian diaktifkan dan anak dapat mencari konten sesuai kaca kunci yang mereka inginkan, hasil yang muncul sudah terfilter menurut kategori pencarian aman Youtube Kids sehingga orang tua tidak perlu khawatir.
Contoh sederhana, Bisnis mencoba melakukan pencarian menggunakan kata kunci “smack down” di kolom search Youtube Kids dan video yang keluar adalah beberapa video seperti “Ultimate Burger Burrito Smackdown” dan “iPhone X vs iPhone 8 Plus Comparison Smackdown”.
Adapun, saat melakukan pencarian dengan kata kunci yang sama di aplikasi Youtube reguler, yang muncul adalah video-video aksi pertandingan gulat Smack Down dan langsung diarahkan menuju kanal milik WWE (World Wrestling Entertainment).
Pencarian untuk beberapa kata kunci yang tak relevan untuk anak juga menunjukkan hasil yang nihil, misalnya pencarian menggunakan kata kunci seperti kill, “tonjok”, sexy atau “cium” maka hanya akan menampilkan pesan try searching for something else.
Jika setelan pencarian dinonaktifkan, anak tak dapat mengutak-atik atau mengaktifkan fitur tersebut karena akses ke setelan terkunci dan hanya dapat dibuka dengan kata sandi yang dimiliki orang tua.
Selain setelan pencarian, ada juga setelan Timer yang berguna untuk membatasi waktu menonton anak. Orang tua dapat menyetel waktu penggunaan sesuai yang diinginkan misalnya 30 menit, 1 jam, dan sebagainya.
Saat waktu habis maka aplikasi akan memunculkan notifikasi bahwa waktu telah habis sehingga tak perlu khawatir anak akan kebablasan dan tak lagi ada drama tawar-menawar waktu menonton dengan anak.
Secara keseluruhan aplikasi satu ini rasanya akan sangat berguna bagi orang tua untuk mengawasi konsumsi konten anak mereka. Adanya Youtube Kids akan memudahkan kontrol orang tua dalam menyaring konten apa saja yang mereka izinkan untuk anak.
Hanya saja, untuk anak yang sudah mulai besar mungkin akan sedikit bosan dan ingin konten yang lebih variatif maka orang tua harus kembali mengatur ulang setelan mereka. (JIBI)

Dhiany Nadya Utami
redaksi@jibinews.co