LIGA INGGRIS Tantangan Liverpool Taklukkan Wembley

LONDON—Stadion Wembley menjadi venue yang meninggalkan cerita-cerita menyedihkan bagi Liverpool dalam beberapa tahun terakhir. Tim berjuluk The Reds ini selalu kalah dalam empat pertandingan di Wembley sejak mereka menaklukkan Everton 2-1 pada semifinal Piala FA pada April 2012.

Kunjungan terbaru Liverpool ke Stadion Wembley bahkan berakhir sangat tragis. Pasukan Jurgen Klopp dibikin babak belur Tottenham Hotspur 1-4 pada Liga Premier 2017/2018, Oktober 2017.
Namun, The Reds mengusung kepercayaan diri tinggi ketika kembali ke Wembley untuk berjumpa Spurs pada match week kelima Liga Premier 2018/2019, Sabtu (15/9) pukul 18.30 WIB. Pertama, Liverpool sedang dalam top form. The Reds merupakan satu dari hanya tiga tim yang mampu meraih hasil sempurna dalam empat laga pembuka Liga Premier musim ini, bersama Chelsea dan Watford.
Kedua, pertahanan Liverpool tidak lagi seceroboh seperti musim lalu ketika gawang mereka dihajar empat gol pemain-pemain Spurs di Wembley. Kedatangan kiper termahal kedua di dunia, Alisson Becker, mengubah pertahanan tim asal Merseyside ini seperti berlapis baja. Di depan Alisson, terdapat pula bek termahal di dunia asal Belanda, Virgil van Dijk. Wajar, Liverpool baru kebobolan sebiji gol dalam empat pertandingan pembuka, paling minim kemasukan gol di antara tim-tim lain di Liga Premier musim ini.
Ketiga, Liverpool akan dituntungkan dengan kondisi Spurs yang turun dengan skuat pincang di Wembley nanti. Spurs kehilangan kiper andalan mereka, Hugo Lloris, dan gelandang kreatif Dele Alli yang cedera paha.
Nah, tidak ada alasan lagi bagi Liverpool untuk mengakhiri performa memble mereka di Wembley. Jika bisa menaklukkan Tottenham, The Reds akan mengulang sejarah meraih streak kemenangan dalam lima laga pembuka yang pernah mereka capai pada musim 1978/1979 dan 1990/1991.
Hasil mengenaskan 1-4 di Wembley musim lalu sendiri seperti menjadi pelecut penampilan Liverpool. Sebab, sejak itu The Reds tampil gigih untuk finis di zona empat besar Liga Premier plus menembus final Liga Champions.
”Musim lalu adalah yang terbaik dalam karierku. Kami tidak punya pemain seperti Stevie [Steven Gerrard], [Luis] Suarez, dan [Philippe] Coutinho, namun sekarang sebagai tim kami memiliki orang-orang yang tepat di posisi masing-masing dan itu karena sang manajer [Klopp]. Sejak dia tiba, dia memberikan pengarahan tepat dan sekarang kami harus menuntaskan langkah ini dengan meraih gelar juara. Itu akan masif buat kami,” jelas gelandang Liverpool, Jordan Henderson, seperti dikutip liverpoolecho.co.uk, Jumat (14/9).
Tapi apakah Spurs bakal membiarkan Liverpool mencuri poin penuh dari Wembley? Pasukan Mauricio Pochettino menelahan kekalahan 1-2 di kandang Watford pada pertandingan terakhir mereka. Namun mereka beruntung karena hasil buruk itu diinterupsi dengan jeda internasional.
Pochettino memang kehilangan Lloris dan Alli. Hanya perlu diingat, pelatih asal Argentina masih memiliki kiper cadangan Michael Vorm dan gelandang kreatif Christian Eriksen. Bukan hanya itu, Pochettino tetap bisa memiliki Harry Kane yang musim lalu menjebol gawang Liverpool dua kali di Wembley.
Kane sangat fasih merobek gawang Liverpool. Bomber Timnas Inggris itu mencetak lima gol dalam tujuh penampilan terbarunya kontra The Reds di Liga Premier. Catatan itu hampir mirip dengan pencapaian Mohamed Salah yang mengoleksi lima gol dalam tujuh duelnya melawan Spurs, namun di semua panggung kompetitif.
Satu-satunya yang perlu dicemaskan Spurs tentang Kane yakni ancaman kelelahan karena sang bomber baru saja pulang membela Inggris pada jeda internasional. ”Kami mengenal Harry Kane dengan baik. Itu sesuatu yang tidak perlu dicemaskan,” ungkap Pochettino mengenai ancaman kelelahan Kane, seperti dilansir worldsoccertalk.com. (Hanifah Kusumastuti/JIBI)