LIGA CHAMPIONS Jaga Keangkeran Anfield

LIVERPOOL—Suasana magis selalu menyelimuti Anfield setiap kali tuan rumah Liverpool bermain di stadion berkapasitas sekitar 55.000 penonton tersebut.
Kibaran bendera, gemuruh sorakan suporter, sorot lampu, hingga alunan lagu You’ll Never Walk Alone dari pendukung Liverpool sangat manjur meneror tamu-tamu mereka sampai ciut nyali.
Keangkeran Anfield itu pernah dirasakan sendiri Pelatih Paris Saint Germain (PSG), Thomas Tuchel, pada musim 2015/2016. Saat itu, pelatih berpaspor Jerman ini masih menakhodai Borussia Dortmund. Anak asuh Tuchel masih memimpin 3-1 pada menit ke-57 pada laga leg kedua perempat final Liga Europa, April 2016. Akan tetapi dukungan luar biasa publik Anfield membuat Liverpool bangkit membalikkan keadaan menjadi 4-3 pada akhir laga.
“Saya tidak bisa menjelaskannya, itu benar-benar tidak masuk akal. Itu sangat emosional. Saat kedudukan 3-3, semua orang percaya, itu seperti takdir. Jika Anda percaya sangat kuat, maka hal-hal seperti itu bisa terjadi. Kami punya [keunggulan] satu gol dan kami tidak bisa mempertahankannya. Kami kehilangan kendali. Saya tidak tahu pasti penyebabnya, namun jangan pernah merasa kalah di laga ini. Jika Anda tidak mencium ketakutan Anda tidak akan bermain di level tertinggi,” ujar Tuchel, seperti dilansir liverpoolecho.co.uk, Senin (17/9).
Tuchel kembali mendapat tantangan besar untuk bisa menaklukkan Anfield saat PSG berjumpa Liverpool pada laga pembuka Grup C Liga Champions, Rabu (19/9) pukul 02.00 WIB. Liverpool belum pernah ternoda dengan kekalahan dalam 16 pertandingan terbaru di Anfield pada kompetisi bikinan UEFA, dengan perincian 11 menang dan lima kali imbang.
Pertarungan di Anfield nanti dijamin superseru. Karena Liverpool dan PSG sama-sama sedang on fire dengan meraih rekor 100 persen di liga domestik masing-masing. The Reds, julukan Liverpool, menyapu lima laga pembuka Liga Premier dengan kemenangan, termasuk menundukkan Tottenham Hotspur 2-1 di Stadion Wembley, London, Sabtu (15/9) malam WIB. Sementara PSG meraup kemenangan dalam lima laga perdana Ligue 1, salah satunya dengan membantai Saint-Etienne empat gol tanpa balas, Sabtu dini hari WIB.
Bedanya, PSG akan turun dalam kondisi yang lebih bugar. Tuchel tidak menurunkan dua pemain termahal di dunia, Neymar dan Kylian Mbappe saat melawan Saint-Etienne. Keduanya hanya menyaksikan rekan-rekan setimnya bermain dari tribune VIP.
”Kami menonton pertandingan PSG [melawan Saint-Etienne], namun dua pemain utama mereka tidak main, tapi kami akan menganalisis mereka. Kami mempersiapkan diri lebih awal. Kami akan berusaha siap, namun PSG benar-benar bagus. Ini sangat menarik. Saya tidak melihat tekanan atau semacam itu, orang-orang bilang kami menembus final musim lalu dan sekarang kami harus menjuarainya [Liga Champions]…tapi ayolah! PSG proyek sepak bola yang sangat menarik,” ujar Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menolak anggapan timnya lebih superior ketimbang PSG.
Klopp diragukan bisa menurunkan striker Roberto Firmino yang bermasalah dengan matanya setelah tercolok jari tangan bek Tottenham, Jan Vertonghen, akhir pekan lalu. Jika Firmino benar-benar tidak bisa main, Klopp kemungkinan akan menggeser Mohamed Salah sebagai striker sentral sementara winger kanan dimandatkan kepada Xherdan Shaqiri.
The Reds juga harus mempertahankan soliditas pertahanan mereka musim ini. Sejak mendatangkan Alisson Becker di bawah mistar, gawang tim asal Merseyside ini baru kemasukan dua gol dalam lima laga pembuka Liga Premier. Bek sentral Virgil van Dijk yang tampil garang menahan gempuran serangan Tottenham akan memimpin barisan pertahanan Liverpool melawan Neymar dkk. (JIBI)

HANIFAH KUSUMASTUTI