Proyek Flyover Purwosari Dimulai

SOLO—Proses pembangunan flyover (jalan layang) Purwosari mulai berjalan. Pemetaan jaringan utilitas bakal terdampak proyek tersebut saat ini tengah dikerjakan Pemkot Solo. Penyelesaian jaringan utilitas tersebut ditargetkan rampung pada November mendatang.
Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo, Joko Supriyanto, mengatakan Pemerintah Pusat menginginkan lokasi rencana pembangunan jalan layang Purwosari steril sebelum berakhirnya lelang proyek tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi terakhir dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), pemindahan utilitas harus selesai saat kontraktor mulai pembangunan pada Desember mendatang.
“Target Pusat, pemenang lelang didapat Desember. Jadi pemindahan itu ditargetkan selesai November,” kata Joko ketika dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Senin (17/9).
Untuk pemindahan jaringan utilitas, Pemkot Solo sudah melakukan pemetaan dan mengomunikasikannya dengan para pemilik seperti Telkom, PLN, dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). “Di sana ada delapan jaringan listrik, dua jaringan pipa air PDAM peninggalan Belanda, dan Telkom,” katanya.
Selain jaringan utilitas, pembangunan jalan layang juga akan memangkas belasan pohon di kawasan tersebut. Pemindahan jaringan utilitas dan pemangkasan pohon masuk dalam penyelesaian masalah nonteknis dalam pembangunan jalan layang Purwosari.
Sedangkan masalah nonteknis lain, Joko menyebut tidak ada lagi. Termasuk pembebasan lahan terdampak, lanjutnya, tidak ada yang perlu dibebaskan. “Sekarang lelang flyover Purwosari tinggal menunggu izin multiyears turun dari Kementerian Keuangan,” katanya.
Izin kontrak tahun jamak (multiyears) diperlukan karena proses pendirian jalan layang diprediksi tidak selesai pada akhir 2018. Sesuai rencana proyek tersebut dimulai akhir tahun ini dan pengerjaannya diperkirakan memakan waktu delapan bulan. Sedangkan lelang baru akan digelar setelah izin kontrak tahun jamak disetujui Kemenkeu. Jalan layang tersebut sebagai solusi atas kemacetan di ruas jalan utama Kota Solo akibat padatnya perjalanan kereta api (KA).
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR, Nur Basuki, mengatakan hingga kini penyesuaian rencana anggaran biaya (RAB) proyek masih dilakukan satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Jawa Tengah. Penyesuaian prediksi biaya itu dilatarbelakangi revisi desain jalan layang, dari bentuk Y menjadi bentuk I.
Desain pembangunan jalan layang Purwosari disepakati berbentuk I. Selain mempertimbangkan anggaran, penyelesaian nonteknis juga menjadi pertimbangan keputusan desain tersebut. Keputusan desain pembangunan flyover Purwosari merupakan hasil rapat koordinasi (rakor) yang digelar Pemkot Solo dan Satker P2JN Provinsi Jawa Tengah belum lama ini di Balai Kota Solo. (INDAH SEPTIYANING W./JIBI)