Datang Panas, Pulang Adem

jalani pemeriksaan: Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10).

JAKARTA—Wajah dan intonasi bicara Amien Rais berbeda seusai diperiksa sebagai saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Amien bahkan menyebut dirinya merasa dimuliakan penyidik Polda Metro Jaya.
”Saudara-saudara, saya merasa dihormati, dimuliakan oleh para penyidik. Jadi betul-betul suasananya akrab penuh tawa, penuh canda,” ujar Amien seusai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10) sore.
Ada 30 pertanyaan yang diajukan penyidik kepada Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu seputar pertemuan dengan Ratna Sarumpaet. Durasi pemeriksaan enam jam, namun sudah termasuk waktu istirahat dan makan. ”Demikian smooth, demikian bagus. Pertanyaannya tidak muter-muter apalagi menjebak. Saya terima kasih sekali,” sambungnya.
Tak cuma itu, di sela waktu jeda pemeriksaan, Amien juga disuguhi gudeg. Intinya Amien mengaku mendapat perlakuan baik dari polisi. ”Siang tadi makan gudeg ayam kampung, kemudian ditantang kalau [mau] bawa nasi timbel juga masih ada, tapi terlalu banyak,” ujar mantan Ketua MPR itu.

Amien juga menerima pemeriksaan tensi darah. Dokter dari Polri yang kebetulan lewat memberikan penanganan medis dan hasilnya dinilai sehat. ”Hari ini setelah makan, ada dokter lewat. Eh pak dokter dari Polri. Pak ukur pak tensi saya, berapa. 120/80, jadi sehat walafiat. Boleh makan tongseng dan satai. Udah gitu saja,” Amien menandaskan.
Saat datang ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan pukul 10.16 WIB, Amien bicara dengan intonasi tegas. Dia sempat berbicara kepada wartawan mengenai kejanggalan pemanggilannya.
Amien bicara di depan wartawan ditemani sejumlah elite PAN, putrinya Tasniem Fauzia Rais, dan menantunya Ridho Rahmadi. Amien memulai pernyataannya dengan mengutip pernyataan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto yang menyebut pemanggilan Amien berdasarkan keterangan Ratna Sarumpaet.
”Ini surat panggilan untuk saya tanggal 2 Oktober yang katanya berdasarkan keterangan Sarumpaet, padahal Sarumpaet ditangkap 4 Oktober. Ini sangat janggal. Tanggal 2, Sarumpaet belum memberi keterangan apa pun ke polisi. Apakah ini upaya kriminalisasi? Wallahualam,” tutur dia.
Amien juga mempertanyakan kesalahan nama dalam surat pemanggilannya. Dia juga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. Amien tidak menjelaskan panjang lebar alasan dia meminta Tito dicopot. Dia hanya menunjukkan lembaran koran Nasional. Koran berjudul KPK Didesak Tuntaskan Kasus Dugaan Perusakan Barang Bukti itu mengulas hasil investigasi Indonesialeaks soal dugaan perusakan barang bukti berupa buku transaksi uang bersampul merah oleh dua mantan penyidik KPK. “Anda semua ingin tahu, saya enggak akan perpanjang. Saya minta Pak Jokowi agar Pak Kapolri Tito Karnavian dicopot,” ujar dia.
Pengacara Amien Rais, Ardy Mbalembout, menyatakan materi pemeriksaan soal pertemuan Amien dengan Ratna. Pertemuan tersebut menurut Ardy terjadi pada 2 Oktober. Saat itu, Ratna kepada sejumlah orang yang mengikuti pertemuan bercerita soal penganiayaan.
”Mungkin harus saya jawab bahwa ini inisiasinya karena kesadaran bersama. Ada orang datang tertua dalam keadaan menderita. Jadi ini sifatnya manusiawi, responsif, humanity. Jadi itu aja sebenarnya,” ujar Ardy.
Dalam pertemuan 2 Oktober itu, Ardy menegaskan tidak ada kalimat tuduhan dari Amien Rais atas cerita penganiayaan Ratna. ”Pemeriksaan hari ini bagus, baik dan tidak ada mengarah ke yang disebutkan pasal itu. Jadi sebenarnya hanya mengklarifikasi pertemuan, jadi mendapatkan gambaran sebenarnya,” tegas Ardy.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono, mengatakan Amien diperiksa di bekas ruangan Kapolda Metro Jaya. Polisi mengatakan hal tersebut sesuatu yang wajar. ”Pak Amien itu seorang negarawan, mantan pejabat negara, dan sebagai saksi,” ujar dia.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto, menjelaskan pemanggilan Amien berdasarkan laporan polisi (LP) pada 2 Oktober, bukan berdasarkan penangkapan Ratna. Terlepas dari masalah surat panggilan itu, Polri berterima kasih kepada Amien karena telah memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan.
Selama Amien menjalani pemeriksaan aksi unjuk rasa mendukung Amien digelar di depan Mapolda Metro Jaya. Orator silih berganti menyampaikan orasi mereka. ”Pak Amien Rais kini sedang diinterogasi kasus hoaks Ratna. Ini tidak masuk akal. Yang melakukan hoaks Ratna, tapi yang dipanggil ke kantor polisi Pak Amien Rais,” kata seorang orator bernama Anton.
Aksi yang sama juga digelar di Jogja. Simpatisan Amien Rais dan kader PAN di Yogyakarta menggelar aksi solidaritas di Mapolda DIY. Mereka mempertanyakan alasan polisi me­manggil Amien dan mengungkit sejumlah peristiwa yang dinilai sebagai kebohongan Jokowi. (Detik/Antara/Liputan6.com/JIBI)