Solo Tawarkan 3 Investasi Besar

SOLO—Solo Investment Forum (SIF) 2018 menjadi ajang bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk menawarkan tiga proyek pengembangan kepada investor.
BAYU JATMIKO ADI
redaksi@koransolo.co

Ketiga proyek tersebut adalah pembangunan exhibition hall atau balairung pameran di Pedaringan, pembangunan menara di Solo Techno Park (STP) dan revitalisasi Pasar Jongke. Kegiatan SIF 2018 berlangsung di Mal Solo Paragon Mall mulai Kamis (18/10).
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Solo, Toto Amanto, mengatakan ketiga proyek tersebut ditawarkan kepada sembilan investor peserta SIF.

”Hal yang berbeda pada acara ini, penyampaian objek tidak hanya dilakukan dengan pemaparan. Para calon investor kami ajak untuk melihat langsung ke lokasi.
Ada kegiatan semacam famtrip [familiarization trip, peninjauan untuk pengenalan lapangan]. Kemudian pada malam harinya ada pertemuan lagi untuk membahas hasil tinjauan,” kata dia kepada wartawan di Solo Paragon Mall, Kamis (18/10).
Disebutkan untuk nilai dari ketiga proyek mulai Rp84 miliar hingga Rp708 miliar. Dia berharap kegiatan tersebut bisa memikat minat investor untuk menggarap proyek-proyek di Kota Solo. ”Tugas kami adalah mempromosikan saja. Jika sudah ada investor yang tertarik, tindak lanjutnya menjadi kewenangan OPD [Organisasi Perangkat Daerah] terkait,” terang dia. Bentuk investasi yang ditawarkan adalah kerja sama bangun guna serah atau build operate transfer (BOT).
Terkait Pasar Jongke, pasar ini memiliki lahan 29.700 meter persegi. Pasar Jongke merupakan pasar tradisional yang menjual berbagai komoditas dan pusat penjualan sepeda bekas. Saat ini pasar terdiri atas 780 los, 106 kios dan 135 pedagang pelataran. Semua tertata dalam satu lantai.
Setelah dibangun rencananya pasar dibagi nenjadi pasar lantai dasar, lantai satu dan lantai dua. Lantai dasar terdiri dari lokasi parkir, MCK/toilet, ruang pembangkit listrik cadangan, los, ruang terbuka dan area bongkar muat. Untuk lantai satu terdiri atas kios, toilet, rumah pemotongan unggas, toko modern, area bongkar muat dan musala. Kemudian pada lantai dua akan ada kios, pusat oleh-oleh, area kuliner dan kantor pasar.
Untuk Menara STP, bangunan direncanakan terdiri atas 21 lantai. Di dalamnya ada ruang pertemuan, ruang resepsi, kantor sewa, fasilitas teknologi informasi, ruang rapat/konferensi, hotel, pusat olahraga, kolam renang, menara pandang, restoran, dan sebagainya.
Ketua Panitia SIF, Daryono, mengatakan kegiatan SIF diselenggarakan hingga Minggu (21/10). Dia berharap hasil dari kegiatan tersebut bisa ditindaklanjuti oleh OPD terkait. Investor yang didatangkan di antaranya PT Focustindo Cemerlang, PT Heafy Abadi, dan PT Demata Maris. (JIBI)