Bawaslu Sukoharjo Segera Kukut 110 Spanduk Kampanye

SUKOHARJO—Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo segera menertibkan 110 spanduk kampanye yang menyalahi aturan. Bawaslu mengintensifkan pengawasan dan penertiban alat peraga kampanye (APK) yang melanggar Perbup Nomer 55 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemasangan Alat Peraga Kampanye dan Penggunaan Fasilitas Umum.
Sebanyak 110 spanduk tersebar di 12 kecamatan. Anggota Panwascam didampingi Bawaslu Sukoharjo akan menertibkan spanduk tersebut. Pernyataan itu disampaikan Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto, di kantornya, Selasa (30/10).
“Kemarin [Senin (29/10)] ada empat baliho telah dilepas. Keempat baliho itu dipasang di white area di Kecamatan Kartasura. Pencopotan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Satpol PP, Dishub, dan Bawaslu,” jelas dia.
Berdasarkan pantauan Bawaslu, 110 spanduk itu dipasang di pohon, tiang telepon, dan ada yang melintang di jalan. APK seharusnya dipasang dengan tidang tersendiri dan tidak boleh dikaitkan ke pohon, dipaku di pohon, dikaitkan dengan tiang telepon, dan sebagainya. “Semua APK yang melanggar Perbup akan ditertibkan,” tegas dia.
Divisi Sengketa Bawaslu Sukoharjo, Eko Budiyanto, menambahkan Bawaslu bersama anggota Panwascam Gatak juga menyisir APK dan bendera yang dinilai tidak memenuhi estetika. APK dan bendera partai pun akan ditertibkan. “Pemasangan bendera partai setinggi-tingginya silakan saja, tetapi faktor keselamatan, estetika, etika, dan sebagainya harus diperhatikan. Misalkan di permukiman pemasangan bendera partai boleh tinggi tetapi tiang harus kuat, tidak membahayakan orang lain, dan izin dengan pemilik lahan,” ujar dia.
Aturan soal lokasi APK dalam Perbup Nomor 55 Tahun 2018 Bab IV dijelaskan pada Pasal 6 dan Pasal 7. Pasal 6 menyebutkan pemasangan APK dilarang menutupi perlengkapan jalan, melintang jalan, merusak/mengubah bentuk fasilitas umum, dan sebagainya.
Di Pasal 7 ditulis lokasi median jalan yang dilarang untuk pemasangan APK meliputi Jl. Jenderal Sudirman Kartasura dari Bundaran Tugu Kartasura sampai Batas Kabupaten Klaten, Jl. Diponegoro Kartasura dari Bundaran Tugu Kartasura sampai Batas Kabupaten Boyolali, dan Jl. Veteran Sukoharjo depan PD BPR Bank Pasar Sukoharjo, serta Jl. Tanjung Anom atau Jl. Ir Soekarno sampai batas Kota Solo. (Trianto Hery Suryono)