Mayat Penuh Belatung Ditemukan di Sungai Bedodo

SUKOHARJO—Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Sungai Bedodo, Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Selasa (30/10) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat ditemukan, bagian kepala mayat hanya tinggal tengkorak sementara kondisi tubuh penuh belatung.
Informasi yang dihimpun Koran Solo dari berbagai sumber, Selasa, mayat itu ditemukan kali pertama oleh Sakti Pamungkas, warga Dusun Bedodo, Desa Belimbing, Kecamatan Gatak. Kala itu, Sakti tengah buang air kecil di pinggi sungai. Kala itu, Sakti mencium bau busuk yang berasal dari sampah dedaunan kering dan batang bambu yang menumpuk di pinggir sungai.
Dia lantas mencoba mencari tahu sumber bau busuk itu. Sakti terperanjat ketika melihat ada tangan manusia yang bercampur sampah dedaunan kering. Dia lantas melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Gatak. “Mayat yang ditemukan di sungai memakai kaus dan celana pendek yang bercampur lumpur. Tidak ada identitas diri yang ditemukan di saku celana maupun di sekitar lokasi kejadian,” kata Kapolsek Gatak, AKP Yulianto, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, kepada Koran Solo, Selasa.
Polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi mayat itu. Hanya bagian kepala mayat yang telah menjadi tengkorak. Sementara bagian tubuh lainnya masih utuh kendati dipenuhi belatung.
Mayat itu langsung dibawa ke RSUD Dr.Moewardi Solo untuk diautopsi. Diduga kuat, waktu kematian mayat itu sudah lebih dari sehari karena kondisi tubuh dipenuhi belatung. Polsek Gatak lantas berhasil mengungkap identitas mayat laki-laki itu, yakni bernama Hardo Suwito, 72, warga RT 002/RW 006 Desa Blimbing, Gatak. Hardo hilang dari rumahnya yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi mayatnya ditemukan dua hari sebelumnya.
Hardo diduga jatuh terpeleset saat beraktivitas di dekat sungai dan meninggal dunia. Saat informasi mengenai penemuan mayatnya tersebar, keluarga Hardo langsung datang ke Mapolsek Gatak untuk mencocokkan ciri-ciri Hardo Suwito. (Bony Eko Wicaksono)