PELESTARIAN FAUNA Imbas Buruk Jembatan Laut Terpanjang

Aktivis konservasi menilai lumba-lumba putih Tiongkok di perairan Hong Kong telah turun secara signifikan karena pembangunan jembatan penyeberangan laut terpanjang di dunia yang menghubungkan wilayah itu dengan daratan Tiongkok. Berikut laporan yang dihimpun wartawan Harian Jogja, Galih Eko Kurniawan, dari berbagai sumber.

redaksi@jibinews.co

Penilaian itu muncul di tengah mencuatnya sejumlah laporan mengenai jembatan sepanjang 55 kilometer, yang dijuluki jembatan kematian oleh beberapa media lokal, tersebut telah mencabut nyawa 20 pekerja dan melukai lebih dari 500 orang selama pembangunannya.
Jembatan senilai US$20 miliar (atau setara Rp200 triliun), yang memerlukan waktu satu dekade untuk dibangun tersebut, secara resmi dinyatakan terbuka oleh Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada 23 Oktober lalu.
Taison Chang Ka-tai, Ketua Lembaga Konservasi Lumba-Lumba Hong Kong, mengatakan populasi lumba-lumba di perairan Hong Kong telah turun lebih dari 40%, dari rata-rata 80 penampakan pada 2012 menjadi 47 pada 2017.
Chang mengatakan dampak konstruksi pada populasi lumba-lumba putih terbukti dalam distribusi lumba-lumba di daerah tersebut. “Selama pembangunan jembatan, orang bisa melihat lumba-lumba di utara [Pulau] Lantau hampir hilang dari daerah itu, yang merupakan area terdekat dari konstruksi itu,” katanya, seperti dikutip dari Detikcom, Senin (29/10).
Meskipun ada penurunan jumlah lumba-lumba, laporan dari media pemerintah Tiongkok, CCTV, mengatakan prioritas utama telah diberikan untuk melindungi lumba-lumba putih, yang juga dijuluki panda laut Tiongkok.
Sebuah pernyataan di situs Otoritas Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macao menyatakan US$68 juta (atau setara Rp680 miliar) dialokasikan untuk melindungi lumba-lumba. Chang mengatakan meski langkah-langkah mitigasi diberlakukan oleh Departemen Perlindungan Lingkungan Pemerintah Hong Kong, seperti berhenti bekerja selama 30 menit ketika lumba-lumba terlihat, langkah-langkah itu terbukti tidak efektif.
“Setelah mereka melihat langkah-langkah itu tidak efektif, mereka tidak melakukan apapun untuk mencoba membuat jumlah lumba-lumba meningkat lagi atau menghentikan pembangunan untuk sementara waktu guna melihat apakah mereka bisa memperbaiki situasi lingkungan laut,” katanya.
Media milik Pemerintah Tiongkok, Xinhua, di akun medsos Weibo, berkomentar lumba-lumba putih terlihat menari di sekitar jembatan pada hari pembukaan, seolah-olah mereka mengucapkan selamat pada hari ulang tahunnya. Chang menyebut komentar itu konyol karena hal yang wajar bagi lumba-lumba untuk menjulurkan kepala mereka ke udara.
Spesies Cetacean
Chan Kam-hong, Kepala Eksekutif Asosiasi Hak-Hak Korban Kecelakaan Industri, mengatakan proyek itu juga mengakibatkan sejumlah korban yang sangat kritis karena ada 11 pekerja yang tewas di lokasi konstruksi di bagian Hong Kong [jembatan] dan sembilan pekerja yang tewas di daratan.
“Sangat sulit bagi kami untuk mengumpulkan jumlah pasti korban karena Pemerintah tidak memberi kami cara untuk mendapatkannya. Ini adalah proyek besar tetapi pandangan kami adalah bahwa meskipun proyek ini sangat besar dan menantang, bukan alasan yang bisa diterima untuk menyebabkan lebih banyak korban,” paparnya.
Terlepas dari banyaknya korban jiwa, media milik Pemerintah Tiongkok dan postingan media sosial tentang Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Makau sebagian besar positif. Seorang pengguna dengan nama panggilan yuanshuizhiyuan berkomentar di Weibo bahwa tidak ada negara lain di seluruh dunia yang mampu membangun jembatan ini.
Jembatan itu secara resmi dibuka untuk lalu lintas publik pada 24 Oktober 2018 pukul 09.00 waktu setempat setelah penundaan besar dan pembengkakan biaya. Konstruksi dihentikan setelah Chu Yee-wah, 66, mengajukan peninjauan yudisial terhadap laporan penilaian lingkungan proyek di Pengadilan Tinggi Hong Kong pada April 2011. Aksi itu menghasilkan penundaan proyek selama 18 bulan, yang semula dijadwalkan akan selesai pada 2016.
Lumba-lumba putih Tiongkok (Sousa chinensis chinensis) merupakan salah satu dari 80 spesies cetacean. Warna merah muda pada lumba-lumba ini bukan berasal dari pigmen (kulit) melainkan dari pembuluh darah yang berlebih untuk proses termoregulasinya (pengaturan suhu tubuh).
Lumba-lumba merah jambu dewasa memiliki panjang tubuh antara dua sampai 3,5 meter dengan berat 150-230 kilogram. Umumnya, mereka hidup hingga 40 tahun. (JIBI/Detikcom/liputan6.com/wwf-hong kong)