PEMBANGUNAN HUNIAN Sempat Ditolak Warga, DIL Ambil Kesepakatan

SLEMAN—Warga Dusun Candisari, di Pedukuhan Candi Karang, Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY, sempat membentangkan spanduk penolakan karena khawatir pembangunan hunian vertikal Damai Islamic Living (DIL) akan mengebor sumur yang dekat dengan sumber air warga.
Ketua RT di Dusun Candisari Eko Bejo Mulyono mengatakan warga sempat khawatir akan adanya pengeboran sumur yang dilakukan oleh DIL. “Karena di belakang lokasi pembangunan juga ada sungai yang itu sebagai sumber mata air warga,” kata Eko, Selasa (30/10).
Eko mengatakan warga khawatir karena berkaca juga pada pembangunan apartemen di tempat lain yang mengebor sumur dan mengganggu sumber air warga. Lalu warga memasang spanduk tersebut dengan tulisan menolak pembuatan sumur bor karena akan mengganggu ketersediaan air warga.
Eko menjelaskan, pada Senin (29/10) warga berembuk dengan pihak DIL dan mendapat kesepakatan agar pembuatan sumur bor di DIL tidak dilakukan. “Setelahnya kita akan turunkan lagi spanduk [penolakan] itu,” ujar Eko.
Pembangunan DIL masih dalam proses pengurusan izin dan sedang dalam tahap mengurus Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) setelah sebelumnya sudah dilakukan land clearing.
Lahan yang digunakan mencapai 2,7 hektar berlokasi di Jalan Kaliurang Km 13,5, Dusun Candisari, Pedukuhan Candi Karang, Desa Sardonoharjo, Ngaglik. Rencananya DIL akan dibangunkan hunian vertikal tujuh lantai.
Direktur Marketing dan Promosi DIL Eko Prabowo mengatakan penolakan yang terjadi merupakan salah paham. Sebelumnya tim Amdal untuk pembangunan DIL memberikan kuisioner kepada warga. “Dalam kuisioner itu, warga khawatir, nantinya kami akan membuat sumur bor, padahal tidak,” katanya pada Selasa (30/10).
Ia menjelaskan pihaknya tidak akan membuat sumur bor melainkan mengandalkan dukungan air dari PDAM. “Di aturannya juga kan enggak boleh [sumur bor], makanya kita andalkan PDAM, kita ini sedang on the track mengurus izin, dan gak mau nerobos-nerobos aturan,” katanya.
Ia mengatakan setelah ada penolakan itu, pihaknya membangun kesepakatan dengan warga, dan menjelaskan terkait konsep pembangunan DIL kepada warga. Lalu, tidak hanya spanduk penolakan dari warga saja yang akan dicopot, spanduk promosi DIL di sepanjang Jalan Kaliurang pun akan dicopot guna menenangkan kekhawatiran warga.
Saat ini lahan yang akan dibangun DIL itu belum ada pembangunan apa pun, hanya berupa tanah kosong. Eko mengatakan, di lahan itu rencananya akan dibangun konsep islamic center. “Ada Masjid, ada sekolah kerja sama dengan Al-Azhar, Kairo. Nantinya pengurus masjid pun kami akan melibatkan warga,” jelasnya. (JIBI/Fahmi Ahmad Burhan)