SOAL kebakaran pasar legi BI Imbau Warga Tak Buru-Buru Buang Uang

SOLO—Bank Indonesia (BI) Solo mengimbau warga untuk tidak buru-buru membuang uang yang terbakar, apabila sebagian besar bentuk fisik uang masih utuh. Uang yang terbakar bisa ditukarkan dengan ketentuan yang sudah ada.
Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto, berharap musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Legi bisa segera tertangani. Dia juga berharap dalam kebakaran itu tidak ada uang tunai pedagang yang terbakar. ”Sebab saya pernah melihat ada pedagang yang menyimpan uangnya di kotak kayu. Tapi kalau ada yang terbakar jangan langsung dibuang,” kata dia kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Selasa (30/10).
Dia mengatakan uang yang terbakar tersebut sebagian besar bagiannya masih utuh dan bisa dikenali keasliannya maka bisa diberi penggantian. ”Jadi kalau kondisi fisiknya masih lebih besar dari 2/3 ukuran aslinya, bawa saja ke sini [BI]. Kami menduga ketika uang yang ada di dalam pasar yang belum sempat dimasukkan tabungan, ikut terbakar,” kata dia.
Namun, uang sisa kebakaran yang akan ditukarkan akan dipastikan dulu keasliannya. ”Kalau ragu, bawa saja ke sini [BI],” kata dia.
Berdasarkan Panduan Penukaran Uang Tidak Layak Edar dari BI, ada beberapa kriteria untuk uang rusak yang diberi penggantian sesuai nilai nominalnya. Salah satunya, fisik uang kertas lebih besar dari 2/3 ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keasliannya. Ketentuan lain, uang rusak masih merupakan suatu kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap dan lebih besar dari 2/3 ukuran aslinya serta ciri uang dapat dikenali keasliannya. Ketentuan ketiga, uang rusak tidak merupakan satu kesatuan, tetapi terbagi menjadi paling banyak dua bagian terpisah dan kedua nomor seri pada uang rusak tersebut lengkap dan sama, serta lebih besar dari 2/3 ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenal keasliannya.
Bandoe mengatakan akan ber­koordinasi dengan pengelola pasar untuk memberikan informasi kepada para pedagang. (Bayu Jatmiko Adi)