Andi Narogong Lunas, Setnov Masih Mencicil

JAKARTA—Tepidana kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) Andi Agustinus alias Andi Narogong melunasi pembayaran uang pengganti kerugian negara yang dibebankan kepada dirinya. Hal berbeda terjadi untuk terpidana lainnya Setya Novanto yang masih mencicil pembayaran uang pengganti.
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, menyatakan jaksa eksekusi di Unit Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Lakbusi) KPK menerima pembayaran US$2,15 juta dari Andi Narogong. ”Jaksa eksekusi sedang melakukan verifikasi kelengkapan. Nanti jika sudah selesai akan diberikan surat lunas,” imbuh Febri di Jakarta, Rabu (31/10).
Sebelumnya Andi sudah membayar US$350.000 dan Rp1,186 miliar. Dia juga sudah membayar denda Rp1 miliar. ”KPK melalui Unit Labuksi telah melakukan eksekusi dan penyelamatan uang negara total Rp2,186 miliar dan US$2,5 juta untuk terpidana Andi Agustinus dalam kasus KTP-el ini,” ujar Febri.
Andi awalnya dihukum delapan tahun penjara dalam kasus korupsi yang merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun itu. Namun, dalam pengadilan tingkat kasasi, hukuman Andi diperberat menjadi 13 tahun penjara.
Terpidana kasus korupsi KTP-el lainnya, Setya Novanto, belum juga melunasi uang pengganti kerugian negara. Dalam putusan hakim, Novanto dihukum 15 tahun penjara, membayar denda Rp500 juta, dan membayar uang pengganti US$7,3 juta dikurangi Rp5 miliar.
Mantan Ketua DPR itu diketahui sudah membayar denda Rp500 juta. Dia kemudian mencicil pembayaran yaitu US$100.000, kemudian Rp1,1 miliar. Terakhir KPK menyita tabungan Novanto yang berisi Rp862 juta. Febri menambahkan Novanto melalui pengacaranya kemudian menyerahkan sertifikat tanah dan bangunan di Jatiwaringin, Bekasi, untuk membayar uang pengganti.
”Selasa, 30 Oktober 2018, pihak kuasa hukum Setya Novanto menitipkan sertifikat asli tanah dan bangunan di Jatiwaringin untuk kepentingan penerimaan pembayaran ganti rugi,” ujar Febri.
Novanto mengaku tanah dan bangunannya itu akan mendapat pembayaran ganti rugi terkait pembangunan rel kereta. Nantinya pembayaran ganti rugi itu akan dihitung sebagai pembayaran uang pengganti yang dibebankan pada Novanto.
Sementara itu, posisi Novato di DPR resmi diganti Ekadianus Blegur lewat pergantian antarwaktu (PAW). Ekadianus dilantik menjadi anggota DPR menggantikan Novanto dalam rapat paripurna DPR di Senayan, Jakarta, Rabu.
Ekadianus dilantik bersama Agus Makmur Santoso dari Partai Golkar (menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial), serta dua politikus PPP yaitu Hassanudin yang menggantikan Epyardi Asda dan Abdul Azis yang menggantikan Ahmad Dimyati Natakusumah. (Detik/Liputan6.com/JIBI)