INFLASI DAERAH Waspadai Pengaruh Harga Telur dan Cabai

SOLO—Beberapa komoditas pangan seperti telur dan cabai diwaspadai menjadi penyumbang inflasi di akhir tahun.
Bayu Jatmiko Adi
redaksi@koransolo.co

Pada dua tahun terakhir, dua komoditas tersebut tercatat sebagai penyumbang inflasi di bulan-bulan terakhir.
Berdasarkan informasi yang diunggah di situs surakartakota.bps.go.id, pada November 2016, perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2016 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo, pada November 2016 di Solo terjadi inflasi sebesar 0,60 % atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 121,31 pada Oktober 2016 menjadi 122,04 pada November 2016. Komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan sumbangan inflasi antara lain cabai rawit, tarif angkutan udara, bawang merah, cabai merah, bawang putih, tarif pulsa ponsel, tomat sayur, cabai hijau, ayam goreng, kacang panjang, jagung muda, sawi hijau, kol putih/kubis dan kangkung.
Pada Desember 2016 di Solo terjadi inflasi sebesar 0,30 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 122,04 pada Nopember 2016 menjadi 122,41 pada Desember 2016. Komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan sumbangan inflasi antara lain cabai rawit, telur ayam ras, jeruk, tarif pulsa ponsel, bensin, kol putih/kubis, minyak goreng, bayam, kakap merah, terong panjang, wortel, labu siam/jipang, sabun mandi dan buncis.
Sementara itu pada November 2017, Solo terjadi inflasi sebesar 0,15 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 124,65 pada Oktober 2017 menjadi 124,84 pada November 2017. Komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan sumbangan inflasi antara lain tarif angkutan udara, teh manis, telur ayam ras, mie, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, bawang putih, petai, labu siam/jipang, bayam, teh, bensin, cabai merah, rokok kretek dan kol putih/kubis.
Pada Desember 2017, Kota Solo terjadi inflasi sebesar 1,10 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 124,84 pada November 2017 menjadi 126,21 pada Desember 2017. Komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan sumbangan inflasi antara lain beras, tarif angkutan udara, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, tomat sayur, sawi hijau, bayam, teh manis, wortel, terong panjang, mie, bawang merah, kangkung dan rokok kretek filter.
Daging Ayam
Sebelumnya Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, yang juga Wakil Ketua Tim Penanggulangan Inflasi Daerah (TPID) Solo, Bandoe Widiarto, juga mengatakan beberapa konoditas pangan yang berpotensi menyumbang inflasi pada dua bulan terakhir tahun ini adalah telur ayam ras dan cabai. ”Kemungkinan telur dan cabai yang perlu untuk diamati. Untuk bawang merah sepertinya masih aman,” kata dia belum lama ini. Selain itu lonjakan permintaan daging ayam pada musim-musim tertentu seperti saat Lebaran, Natal dan tahun baru juga perlu diwaspadai.
Sementara itu Kepala BPS Solo, R. Bagus Rahmat Susanto, belum bisa mengatakan komoditas apa saja yang berpotensi menyumbang inflasi mendekati akhir tahun ini. ”Kalau untuk tahun-tahun sebelumnya, semua sudah tercatat. Tapi untuk ke depan perlu melihat data di lapangan dulu,” kata dia kepada Koran Solo, Kamis (8/11). Sedangkan terkait terbakarnya Pasar Legi, dia  belum melihat adanya pengaruh terhadap harga-harga komoditas di pasar. Dia berharap hal itu tidak terjadi sebab para pedagang masih bisa berjualan.
Berdasarkan pantauan pada Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (Sihati) PIHPS Jawa Tengah, untuk harga telur ayam ras di Solo selama tiga hari terakhir stabil Rp19.500/kg. Sebelumnya harga telur mencapai Rp20.000/kg pada 2 November 2018. Sedangkan harga cabai merah besar keriting, mengalami penurunan sejak 29 Oktober. Jika pada 29 Oktober harganya mencapai Rp28.666/kg, saat ini sekitar Rp21.333/kg. Untuk cabai rawit merah terpantau mengalami peningkatan sejak 2 November, yaitu dari Rp22.666/kg menjadi Rp24.666/kg. (JIBI)