Pedagang Pasar Legi Inginkan Basement

SOLO—Sejumlah pedagang Pasar Legi yang menjadi korban kebakaran mengusulkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo agar menambah pasar baru dengan basement.

IRAWAN SAPTO ADHI
redaksi@koransolo.co
Ketua Ikatan Kekeluargaan Pedagang Pasar Legi (Ikapagi) Solo, Tugiman, menyebut para pedagang ingin dibuatkan basement di Pasar Legi baru untuk dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan pedagang dan pembeli, sekaligus menjadi area bongkar muat barang dagangan.
Menurut dia, lokasi parkir di Pasar Legi kini sudah tak cukup lagi. Jumlah kendaraan yang masuk ke Pasar Legi kini banyak hingga tak sesuai dengan kapasitas lokasi parkir yang tersedia baik di sisi utara, barat, timur maupun selatan pasar peninggalan Mangkunegoro I itu.
”Harapan teman-teman peda­­gang, pasar baru bisa ditambahi basement untuk tambahan lokasi parkir para pedagang, pembeli, dan area bongkar muat barang,” kata Tugiman saat diwawancarai Koran Solo di Pasar Legi, Kamis (8/11).
Tugiman membeberkan be­be­rapa dampak positif yang bisa dirasakan ketika Pemkot melengkapi Pasar Legi dengan basement, yakni salah satunya para pedagang tidak perlu lagi mengantre ketika ingin bongkar muat barang. Yang terjadi selama ini, kata dia, pedagang kerap harus mengantre dengan pedagang lain ketika ingin menaruh atau mengangkut barang dagangan di halaman pasar.
Tugiman menuturkan pemindahan lokasi parkir dan aktivitas bongkar muat barang dagangan juga diyakini bakal menguntungkan para pembeli.
”Aktivitas parkir dan bongkar muat barang dagangan di halaman pasar lumayan ganggu pembeli kan? Maka dari itu kami berpikir lebih baik pasar baru nanti lebih baik ditambah basement,” jelas Tugiman.
Disinggung soal pembagian kios dan los bagi pedagang korban kebakaran, Tugiman berharap Pemkot membangun Pasar Legi seperti sedia kala. Dia meyakini pedapatnya itu diamini oleh banyak pedagang Pasar Legi lainnya. Tugiman mengusulkan hal itu agar para pedagang bisa mendapatkan kepastian dari awal soal perolehan kios dan los seperti sebelum kebakaran. Namun, dia juga menghargai rencana Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, yang ingin membuat Pasar Legi dalam bentuk hanggar dengan satu lantai.
”Pak Rudy punya rencana itu, kami terima kasih. Tapi teman-teman pedagang ingin pasar bisa dibuat seperti semula. Lantai bawah digunakan untuk pedagang kios, lantai atas untuk pedagang los,” ujar Tugiman yang mengaku belum mendapat sosialsiasi dari Pemkot soal rencana pembangunan ulang Pasar Legi.
Pedagang lainnya, Wagiyem, 48, juga mengusulkan kepada Pemkot lebih baik membangun Pasar Legi seperti sebelumnya. Pedagang brambang dan bawang di los itu khawatir jika Pemkot membangun pasar legi dengan bentuk lain, dia bakal mendapatkan tempat berjualan di lokasi yang tidak sestrategis sebelumnya. Dia ingin kembali berjualan di los lantai atas Pasar Legi berdampingan dengan pedagang bawang dan brambang lainnya. (JIBI)