Piala AFF Start Sempurna, Garuda!

HANIFAH KUSUMASTUTI

SINGAPURA—Bosan menjadi runner-up. Begitulah keresahan yang dirasakan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF. Indonesia memang lima kali lolos ke final dalam 11 kali sejak turnamen ini digelar pada 1996. Yakni masing-masing pada 2000, 2002, 2004, 2010 dan 2016. Tapi, Indonesia selalu gagal meraih trofi di turnamen sepak bola terbesar se-Asia Tenggara ini.
Tim Garuda, julukan Timnas Indonesia, mencoba memutus rantai kesialan mereka tersebut ketika menapaki Piala AFF 2018. Stefano Lilipaly cs. akan memulai kampanye mereka pada Grup B dengan melawan Singapura di The National Stadium, Singapura, Jumat (9/11) pukul 19.00 WIB (disiarkan langsung RCTI).
Indonesia harus meraih start sempurna jika tidak ingin berada dalam tekanan dalam tiga laga berikutnya di Grup B, yakni melawan Timor Leste, juara bertahan Thailand, dan tim polesan pelatih top Sven Goran Eriksson, Filipina.
Di atas kertas, Singapura memang berpotensi menjadi tambang poin bagi Indonesia. Dalam dua pertemuan terbaru di Piala AFF, Tim Garuda selalu mampu menaklukkan tim dari Negeri Singa tersebut masing-masing 1-0 di Piala AFF 2012 dan 2-1 di Piala AFF 2016.
Mulai tahun ini, Piala AFF tidak lagi memakai format home tournament. Indonesia tidak boleh kehilangan poin meski bermain di Singapura. Pada putaran Grup B, Tim Garuda sendiri mendapat jatah dua kali laga sebagai tuan rumah, yakni melawan Timor Leste dan Filipina. Sedangkan pertarungan melawan juara bertahan Thailand bakal digelar di Bangkok.
Sejak menaklukkan Malaysia 6-0 pada 2010, Indonesia belum pernah meraih start gemilang di Piala AFF. Pada Piala AFF sebelumnya, Indonesia memulai kampanye mereka dengan takluk 2-4 dari Thailand. Sedangkan pada Piala AFF 2014, Tim Garuda mencatat start imbang 2-2 versus Vietnam dan ditahan Laos 2-2 pada laga pembuka di Piala AFF 2012.
Kendati diunggulkan, kapten gelandang Indonesia, Bayu Pradana, meminta rekan-rekan setimnya tidak jemawa saat melawan Singapura. ”Kami masih respek kepada Singapura, kami harus respek kepada mereka. Namun tentu kami ingin meraih poin maksimal di sana. Kekuatan Singapura? Mungkin mereka punya striker jangkung dan kami tidak boleh membiarkan mereka dominan dalam duel udara,” ujar pemain Mitra Kukar ini, seperti dilansir goal.com.sg, Kamis (8/11).
Dalam latihan Rabu (7/11) petang, Pelatih Indonesia, Bima Sakti, mencoba mengasah ketajaman serangan timnya dari sayap. Pemain Tim Garuda yang memiliki kecepatan menyisir areaflank, seperti Riko Simanjutak, Andik Vermansah, Febri Hariyadi, dan Irfan Jaya disiapkan untuk mengoyak pertahanan Singapura.
”Semua sayap kami yaitu Andik, Riko, Febri, dan Irfan berkualitas bagus dan siap bertanding. Jadi kami akan melihat siapa yang akan turun sejak awal Jumat nanti. Meski demikian, kerangka tim kontra Singapura sudah ada dan pasti kami ingin menang di sini,”ujar Bima, seperti dikutip Antara.
Indonesia dan Singapura sama-sama mengukir tren unbeaten dalam laga uji coba menjelang Piala AFF 2018. Indonesia meraih dua kali menang, plus sekali imbang yakni melawan Hong Kong 1-1 pada medio Oktober lalu. Sementara Singapura meraup tiga kemenangan dan sekali imbang dalam empat pertandingan pemanasan sebelumnya.
Pelatih Singapura, Fandi Ahmad, tidak gentar membawa skuatnya menghadapi kerasnya persaingan Grup B, termasuk melawan Indonesia. Eks juru taktik Pelita Jaya tersebut tidak memedulikan rekor buruk Singapura yang gagal lolos dari fase grup dalam dua edisi terakhir Piala AFF sebelumnya.
“Kami yakin dengan tim ini, kami akan berusaha bersama-sama melakukan yang terbaik, dan sisanya serahkan pada Yang Di Atas,” jelas Fandi, seperti dilansir straitstimes.com. (JIBI)