HUT Ke-101 KARANGANYAR Ekonomi dan Pariwisata Jadi Fokus Tahun Depan

Sri Sumi Handayani

Bupati Karanganyar periode 2013-2018, Juliyatmono, akan kembali memimpin Bumi Intanpari pada periode 2019-2024. Dia akan berpasangan dengan Rober Christanto. Yuli, sapaan akrabnya, berganti pasangan dari periode sebelumnya Rohadi Widodo. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Juliyatmono-Rober Christanto, akan dilantik pada 15 Desember 2018.
Pada HUT ke-101 Kabupaten Karanganyar tepatnya Minggu (18/11) orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar itu membagi harapannya untuk satu tahun ke depan. Tahun yang sama menjadi tahun pertama pasangan Yuli-Rober. Pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas.
”Tahun depan, pembangunan infrastruktur masih tapi akan lebih banyak pemberdayaan ekonomi rakyat. Menjadikan Karanganyar sebagai kunjungan wisata. Itu akan menjadi multiplier effect,” kata Yuli saat berbincang dengan wartawan seusai upacara HUT ke-101 Kabupaten Karanganyar di Alun-alun Kabupaten Karanganyar.
Yuli mengaitkan dengan latar belakang pasangannya, Rober, yakni pengusaha. Sarjana ekonomi itu diharapkan dapat memberikan ide segar untuk mendongkrak sektor ekonomi sesuai dengan salah satu visi mereka, yakni pemberdayaan perekonomian rakyat. ”Sektor ekonomi jadi concern Pak Rober. Selain tugas fungsi, diharapkan ada ide segar di bidang ekonomi. Salah satunya one village one product,” tutur dia.
Bupati sudah mendengungkan program one village one product pada sejumlah kesempatan. Tujuannya adalah menjadikan desa sebagai pusat perekonomian. Program itu sejalan dengan rencananya meningkatkan kunjungan wisata ke Karanganyar sebagai bagian dari rencana pemberdayaan masyarakat.
Yuli memiliki keyakinan bahwa salah satu kekayaan alam Karanganyar, yakni objek wisata alam dapat menjadi sarana menyejahterakan masyarakat. Tidak tanggung-tanggung, Yuli menyebut nama salah satu pakar pemasaran Indonesia, Hermawan Kartajaya. Yuli mengklaim Hermawan memberikan masukan terkait branding Bumi Intanpari.
”Kunjungan wisata, fasilitas objek wisata, dan bagaimana menjual wisata. Kami gandeng ahli untuk membantu kami mem-branding. Fokus promosi wisata,” ujar dia.
Selain wisata alam, Pemkab hendak memdibidik wisata religi. Upaya itu diwujudkan dengan rencana membangun Masjid Agung Karanganyar. Yuli memaparkan rencana pembangunan masjid kebanggaan warga Karanganyar itu multiyears.
”Yang spektakuler bikin masjid seindah di Madinah. Sudah jadi konstruksi, denah, gambar, luar biasa. Kami mulai awal tahun 2019. Luar biasa akan cantik,” ujar dia.
Percepatan
Semua rencana itu akan terlaksana apabila lelang pekerjaan dilakukan pada awal tahun. Yuli seolah geregetan karena rencana melakukan percepatan kegiatan pada awal tahun belum bisa dilaksanakan awal 2018. Salah satu penyebab adalah hal teknis.
”Evaluasi 2018 itu percepatan. Persoalan teknis harga satuan. Bagaimana memulai kegiatan awal tahun. Itu target dan impian saya. Sudah disiapkan harga satuan indeks. Kemarin itu harga satuan melewati akhir tahun sehingga harga naik. Ini sudah diputuskan sebelum akhir tahun sehingga konstruksi bisa dipercepat dan dihitung. Awal tahun mulai,” jelas dia.
Pada akhir obrolan, Yuli menyampaikan apresiasi kepada mantan partner pada periode sebelumnya, Rohadi Widodo. Dia memuji kemampuan Rohadi beradaptasi terhadap ritme kerjanya. ”Setiap orang punya keunggulan masing-masing. Pak Rohadi cepat beradaptasi dengan saya. Bagaimana memerankan dirinya dengan baik. Lebih banyak di tugas pengawasan,” ungkap dia.
Yuli juga menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus permintaan maaf kepada warga Karanganyar. Terima kasih karena masih diberi kepercayaan mengemban tanggung jawab sebagai Bupati. Permintaan maaf karena menyadari kekurangan selama lima tahun menjabat.
”Terima kasih masih dipercaya melanjutkan lima tahun ke depan. Banyak kekurangan. Harus kami sadari untuk dibenahi dan diperbaiki. Sambil susun RPJMD matang, komprehensif agar lima tahun ke depan lebih sempurna.”