Jembatan Jarum Batal Dikucuri Dana Hibah

KLATEN—Jembatan di Desa Jarum, Kecamatan Bayat batal direhab menggunakan dana hibah dari pemerintah pusat. Hal itu menyusul status jembatan tersebut merupakan aset desa.
Sementara, dua jembatan lainnya yakni jembatan di Desa Talang, Kecamatan Bayat dan jembatan di Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno dipastikan tetap direhab. Proses rehab kedua jembatan itu ditargetkan bisa dilakukan pada Maret 2019 mendatang.
Kepala BPBD Klaten, Bambang Giyanto, mengatakan awalnya ada tiga jembatan yang diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yakni jembatan Talang, jembatan Jarum, serta jembatan Ngandong. Ketiga jembatan itu rusak akibat banjir dan dampak badai cempaka pada November-Desember 2017 lalu.
Dari usulan itu, pemerintah pusat menggelontorkan dana hibah dengan nilai total Rp15,6 miliar. Penandatanganan perjanjian hibah daerah dilakukan Bupati Klaten, Sri Mulyani, pada Rabu (7/11), di Jakarta bersamaan penandatanganan hibah untuk daerah lainnya. “Setelah ada penjelasan dari BNPB kalau hibah dari pemerintah pusat itu ke kabupaten. Sementara, untuk jembatan di Desa Jarum itu jembatan desa. Kalau diperbaiki menggunakan dana hibah tersebut maka status aset harus diserahkan ke Pemkab dulu dan prosesnya itu panjang. Artinya tidak dilaksanakan [perbaikan jembatan Jarum]. Untuk jembatan di Talang dan Ngandong tetap dilaksanakan,” kata Bambang saat ditemui wartawan di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Jumat (16/11).
Bambang menuturkan meski rehab jembatan di Desa Jarum batal, dana hibah yang diberikan ke Klaten tak berkurang alias tetap Rp15,6 miliar untuk perbaikan dua jembatan. Rencana dana hibah untuk perbaikan Jembatan Jarum sekitar Rp1,9 miliar dialihkan untuk penguatan konstruksi dua jembatan yang bakal diperbaiki. “Dana hibah yang diterima tetap. Dana perbaikan Jembatan Jarum digunakan untuk peningkatan konstruksi dua jembatan,” jelas dia.
Soal pencairan dana hibah ke kas daerah, Bambang mengatakan Pemkab masih menyiapkan administrasi pencairan. Ditargetkan, dana sudah masuk ke kas daerah pada pekan pertama Desember 2018.
Sementara, pelaksanaan proyek pembangunan masih menunggu tahap menyiapkan detail engineering design (DED) serta proses lelang untuk perbaikan dua jembatan. “Proses untuk menyiapkan itu sekitar dua sampai tiga bulan. Mudah-mudahan pada Maret-April 2019 itu sudah mulai dikerjakan dan terbangun dengan baik,” urai dia.
Sebelumnya, Camat Bayat, Edy Purnomo, menjelaskan jembatan di Desa Jarum rusak akibat tak kuat menahan derasnya air sungai pada 2017 lalu. Jembatan itu menjadi penghubung dua desa di Provinsi Jawa Tengah dan DIY yakni Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten dan Desa Trembono, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. (Taufiq Sidik Prakoso)