Mulai Desember, RS dr. Oen Sawit Tutup

BOYOLALI—Rumah Sakit dr. Oen Sawit, Boyolali akan menutup operasional mereka mulai Desember tahun ini.
Akhmad Ludiyanto
redaksi@koransolo.co
Belum diketahui alasan manajemen memutuskan untuk mengakhiri sejarah pelayanan kesehatan masyarakat yang dimulai lebih dari 20 tahun lalu itu.
Berdasarkan informasi, pihak manajemen telah melayangkan surat rencana penutupan tersebut kepada Pemkab Boyolali baru-baru ini. Sementara itu, saat Koran Solo akan mengonfirmasi kabar tersebut, Sabtu (17/11) pejabat humas rumah sakit yang terletak di Desa Kateguhan, Kecamatan Sawit itu tidak berada di tempat. “Pak Heru [pejabat humas Heru Utomo] tidak ada. Mungkin sudah pulang,” ujar salah satu petugas di dekat ruang kasir yang enggan menyebut namanya.
Namun, petugas itu mengiyakan bahwa di kalangan karyawan sudah beredar kabar mengenai rencana penutupan rumah sakit. “Katanya begitu [rumah sakit akan tutup Desember]. Tapi untuk lebih jelasnya, silakan menanyakan kepada Pak Heru saja Senin [pekan depan],” imbuh petugas wanita tersebut.
Sementara itu, sejumlah pekerja outsourcing yang ditemui di lobi mengatakan hal senada. Menurut mereka, rumah sakit akan segera tutup dan mereka akan dikembalikan kepada pihak penyedia jasa outsourcing. “Katanya pekan depan kami sudah akan diberi surat mengenai nasib kami. Tapi kami belum tahu itu surat apa. Kemungkinan kami akan ditarik [oleh penyedia jasa],” kata salah satu pekerja tersebut.
Pekerja lainnya mengatakan, rumah sakit tersebut memang relatif sepi pasien dibandingkan rumah sakit-rumah sakit lainnya. Menurut mereka, hal itu mungkin disebabkan keterbatasan pelayanan dokter spesialis. “Di sini dokter jaga ada, tapi dokter spesialisnya tidak ada atau tidak stand by saya kurang tahu. Tapi kalau pasien ke sini ada yang pulang lagi enggak jadi periksa karena tidak ada dokter spesialis,” ujarnya.
Sementara itu, pantauan Koran Solo, suasana rumah sakit yang berada di sisi utara jalan Sanggung-Pengging tersebut sepi. Bahkan di hall utama, kursi-kursi tunggu kosong tak ada seorang pun pasien yang terlihat. Sedangkan para pegawai di ruangan-ruangan tampak berbincang-bincang dengan rekannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S. Survivalina saat dikonfirmasi mengenai rencana penutupan rumah sakit itu membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima surat pemberitahuan dari manajemen. “Ya, sudah,” ujarnya melalui pesan singkat, Sabtu.
Meski demikian, pihaknya akan mengonfirmasi kepada yayasan pengelola rumah sakit perihal keputusan itu. “Kami baru mau konfirmasi ke kepada yayasan tentang keputusan itu.”
Menurutnya, dalam penutupan sebuah rumah sakit tidak bisa dilakukan serta merta. Ada prosedur-prosedur yang harus dijalani. “Ada prosedur yang harus dijalani,” pungkasnya tanpa memerinci prosedur tersebut.