Sirkus Keliling Lumba-Lumba di Indonesia

Siswa sekolah
Pihak sirkus lumba-lumba menarget siswa yang bersekolah di daerah perdesaan di Indonesia. Para guru juga jadi sasaran dengan iming-iming gratis dan insentif komisi bersama dengan janji acara tersebut bersifat pendidikan.

Komitmen setop
Di Balikpapan, Kalimantan Timur, setelah upaya berkelanjutan Dolphin Project dan banyak protes terhadap sirkus lumba-lumba yang bepergian, Wali kota menandatangani komitmen untuk tidak lagi mengizinkan pertunjukan hewan di kota, menjaganya agar tetap bebas dari eksploitasi hewan.

Animo Besar
Sirkus lumba-lumba memiliki animo besar. Penonton yang tidak tahu menahu tentang itu rela membayar setiap rupiah untuk melihat lumba-lumba tampil. Lumba-lumba diangkut dari desa ke desa, dari kota ke kota, untuk jangka waktu empat pekan di setiap lokasi.

Lumba-lumba menghabiskan waktu sampai tiga hari berada dalam kotak-kotak sebelum sampai lokasi sirkus. Kebanyakan sirkus ada di empat pulau, yakni Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa.

Klorin tinggi
Lumba-lumba dipaksa untuk tampil di kolam-kolam kecil berklorinasi tinggi, bahan tambahan kimia begitu kuat yang dapat membakar mata para pengunjung, apalagi lumba-lumba yang berenang di dalamnya.

Sampel air dari sirkus di Jawa Tengah yang sudah diperiksa laboratorium menunjukkan jumlah klorin di kolam renang delapan kali lebih tinggi daripada tingkat yang dapat diterima untuk hewan tawanan.