Piutang Pajak Kota Solo Rp213 Miliar

SOLO—Piutang atau tunggakan pajak Kota Solo mencapai Rp213 miliar. Jumlah itu merupakan keseluruhan pajak yang belum dibayarkan senilai Rp614 miliar di lingkup Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah II.
Kepala Kanwil DJP Jateng II Rida Handanu mengatakan tunggakan pajak untuk Kota Solo ini tercatat hingga 2018. Meskipun demikian, aset sitaan penunggak pajak ini sebagian sudah dilelang.
“Ada yang sudah dilelang oleh DJP Kanwil Jateng II, yakni senilai Rp72 miliar. Aset yang dilelang ini merupakan hasil sitaan kami dari wajib pajak [WP] yang tidak mampu membayar pajak,” ujar dia kepada wartawan, akhir pekan lalu.
Rida menjelaskan penyitaan aset ini terpaksa dilakukan sebagai wujud sanksi yang diberikan kepada WP yang tak taat membayar pajak. Menurut dia, berbagai upaya sudah dilakukan, yakni penagihan sampai dengan upaya gijzeling.
Pihaknya terus mengejar WP yang menunggak pajak demi menutup angka ini. Menurutnya, jangan sampai ada piutang pajak yang tidak terbayarkan. Maka dari itu, berbagai cara dilakukan, yakni meliputi langkah ekstensifikasi dan intensifikasi.
“Kami mencari WP yang belum melakukan pembayaran atau pun mereka yang belum sepenuhnya melunasi pajak. Hal ini terus kami optimalkan untuk capaian pajak di wilayah Jateng II,” imbuh dia.
Sementara itu, hingga 12 November 2018 penerimaan pajak Kanwil DJP Jawa Tengah II mencapai 70,27% atau senilai dengan Rp8,8 triliun. Sedangkan untuk target hingga akhir tahun senilai Rp12,5 triliun. Pihaknya memprediksi pajak ini bisa tercapai 92%. (Farida Trisnaningtyas)