OJK Siapkan Payung Hukum Perusahaan Efek

SOLO—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih mematangkan payung hukum pendirian perusahaan efek di daerah.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, mengatakan untuk saat ini jumlah investor di dalam negeri masih dinilai minim dibandingkan total jumlah penduduk di Indonesia.
”Total [investor] belum ada satu juta. Padahal total penduduk [Indonesia] ada 250 juta-260 juta orang, jadi satu persen saja tidak ada. Kemudian sejak 1992 sudah mengalami swastanisasi,” kata dia saat ditemui wartawan di Solo, Jumat (16/11).
Dia mengatakan dengan adanya perusahaan efek daerah, diharapkan bisa memudahkan masyarakat di daerah mendapatkan akses ke pasar modal.
”Kami ingin mempercepat adanya akses di daerah,” imbuh dia. Hoesen mengatakan saat ini semua kantor perusahaan efek berpusat di Jakarta. Ketika ada sosialisasi ke daerah, niat para calon investor di daerah tidak bisa langsung tertangkap. Akhirnya para calon investor tersebut harus mencari kantor cabang untuk bisa membuka rekening.
”Kami melihat perusahaan efek daerah nantinya bisa lebih banyak berperan. Kalau ada orang mau membuka rekening, misalnya BPD [Bank Pembangunan Daerah] punya sekuritas kan bagus,” kata dia.
Dikatakannya salah satu instansi yang berpotensi menjadi perusahan daerah adalah BPD. Meski begitu dia belum bisa memerinci lebih lengkap sebab saat ini aturan untuk mengatur pembuatan perusahaan efek daerah tersebut masih dalam pembahasan.
Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo, M. Wira Adibrata, mengatakan untuk saat ini jumlah perusahaan efek di Solo berjumlah 21 perusahaan. ”Mereka merupakan kantor cabang. Untuk perusahaan efek daerah memang belum ada, masih wacana dan arah pengembangan oleh OJK,” kata dia kepada Koran Solo, Minggu (18/11). Namun, dia mengatakan pada dua atau tiga bulan yang lalu sempat dilakukan sosialisasi mengenai pembentukan perusahaan efek daerah tersebut di Solo yang diselenggarakan oleh OJK. Peserta sosialisasi berasal dari kalangan pemerintah, BPR, BPD, akademisi dan sekuritas. (Bayu Jatmiko Adi)