2019, Mayoritas Alokasi KUR untuk Produksi

JAKARTA—Sebanyak 60 persen alokasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2019 akan dimanfaatkan untuk sektor produksi.

redaksi@koransolo.co

”Targetnya tahun depan 60 persen,” ujar Menko Perekonomian, Darmin Nasution, dalam acara pemberian penghargaan bagi para pemangku kepentingan dalam program KUR di Jakarta, Kamis (22/11).
Darmin mengatakan alokasi sektor produksi ini mengalami peningkatan dari 2018 yang ditetapkan sebesar 50 persen. Darmin menjelaskan peningkatan alokasi bagi sektor produksi ini merupakan upaya pemerintah untuk mendorong potensi kegiatan ekonomi di berbagai daerah.
KUR untuk sektor produksi merupakan skema KUR bagi kelompok usaha yang dikelola secara bersama dalam bentuk klaster dengan mitra usaha untuk komoditas perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Untuk kelompok usaha bersama komoditas perkebunan, KUR diharapkan bisa mendorong produktivitas kelapa sawit, karet, dan kelapa yang menjadi produk unggulan Indonesia. Sedangkan untuk kelompok usaha bersama komoditas peternakan, bantuan pinjaman khusus ini diharapkan bisa membantu usaha penggemukan sapi serta ayam dan menjadi jawaban atas persoalan ketahanan pangan.
Selama ini, imbuh Darmin, program KUR terus mengalami perubahan skema maupun regulasi untuk mendorong partisipasi maupun keterlibatan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Salah satunya terkait penurunan suku bunga KUR yang terjadi setiap tahun, hingga pada 2018 ditetapkan sebesar 7 persen, dibandingkan periode 2017 sebesar 9 persen dan 2015-2016 sebanyak 12 persen.
”Demi kemudahan pengelolaan basis data debitur usaha mikro dan kecil, pemerintah juga melakukan perubahan pada sistem informasi program KUR dengan meluncurkan sistem informasi kredit program pada 2014,” jelas dia.
Selama periode 2015-2018, penyaluran KUR telah mencakup kepada 13.258.016 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan total plafon mencapai Rp317 triliun. Sedangkan tingkat kredit bermasalah (NPL) sampai 2018 sebesar 1,24 persen.
Sementara, penyalur KUR terbaik di antaranya PT BRI (Persero) Tbk, PT BPD Bali dan PT BNI (Persero) Tbk. Untuk penjamin KUR terbaik adalah Perum Jamkrindo, PT Askrindo, dan PT Jamkrindo Syariah.
Sedangkan pemerintah daerah pendukung program KUR terbaik yakni DIY, Jawa Timur, dan Sumatra Selatan. Pemerintah daerah kabupaten/kota di Jawa yang mendapatkan penghargaan yakni Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Blora. Sedangkan bagi pemerintah daerah Kabupaten/Kota untuk luar Jawa adalah Kabupaten Bangli, Kabupaten Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru. (Antara/JIBI)