GALAKKAN PROGRAM 3 IN 1 Kemenperin Incar Latih 72.000 Orang

JAKARTA—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan melatih 72.000 orang dalam program 3 in 1, yakni, pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja pada 2019.

Anggara Pernando
redaksi@koransolo.co

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Haris Munandar, menjelaskan lulusan program sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja industri ini berfungsi untuk memastikan peserta program bisa kompetitif di pasar dalam maupun luar negeri.
“Kami juga terus menyelenggarakan pelatihan dengan sistem 3 in 1 yakni pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja untuk semua sektor industri,” ujar Haris di Jakarta, Minggu (2/12).
Sebelumnya, pemerintah mencanangkan pelatihan dan sertifikasi pada 1 juta tenaga kerja pada 2019. Ini juga sejalan dengan program untuk mewujudkan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.
“Saat ini kami memiliki sembilan sekolah menengah kejuruan [SMK], 10 Politeknik, dan dua Akademi Komunitas yang semua lulusannya terserap bekerja di industri,” imbuh dia.
Haris menjelaskan pihaknya juga menggencarkan membangun politeknik atau akademi komunitas di kawasan industri dan wilayah pusat pertumbuhan industri.
“Mulai tahun depan kami akan memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Petrokimia di Banten sebagai upaya memenuhi permintaan tenaga kerja di sektor industri petrokimia, yang setiap tahunnya dibutuhkan 500 orang tenaga kerja baru pada jenjang Diploma 3,” papar dia.
Selain itu, imbuh Haris, sektor lain yang tengah dipenuhi kebutuhan sumber daya manusia adalah sektor logistik.
“Kita ketahui teknologi industri 4.0 di antaranya berbasis pada artificial intelligent, Internet of things, wearable dengan augmented reality atau virtual reality, advance robotic, dan 3D Printing,” papar dia.
Untuk itu pihaknya akan membangun pusat riset dan pengembangan teknologi smart manufacturing. Program yang bakal dilakukan, di antaranya pengembangan cyber physical factory, machining and robotic center, process automation center, simulation center and additive manufacturing, serta metrology center.
”Pusat riset dan pengembangan SDM ini akan dimanfaatkan antara lain untuk kegiatan pengembangan teknologi, penelitian dan pengembangan di bidang proses produksi, optimalisasi sistem kerja dan sistem produksi, serta peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan SDM melalui program pelatihan produktivitas,” jelas dia. (JIBI)