Tersengat Lebah, Petani Meninggal

 

GUNUNGKIDUL—Seorang petani Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, DIY, Prapto Rejo,70, mengalami kejadian naas saat sedang berada di ladang pada Jumat (30/11). Pasalnya ia disengat lebah hingga akhirnya meninggal dunia.
Prapto disengat lebah pada bagian kaki serta bagian tubuh lainnya. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis, namun tidak membuahkan hasil. Kondisinya memburuk, nyawanya tidak bisa tertolong.
Sebelumnya, korban sedang beraktivitas di ladangnya di Karang Anon, Dusun Bruno, Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari. Saat sedang bertani tersebut, tiba-tiba sekelompok lebah menyerang Prapto. Serangan yang mendadak itu membuat korban tidak mampu menghindar. Ditambah tempat yang sepi membuat korban terlambat mendapat pertolongan.
“Belum ada yang mengetahui awalnya bagaimana kejadian tersebut hingga akhirnya korban diserang lebah itu. Saat ditemukan oleh saksi yang merupakan warga Pule, Tepus, bernama Suteng, 40, kondisi korban sudah lemas,” kata Kapolsek Tanjungsari, AKP Sapto Sudaryanto, Minggu (2/12).
Setelah melihat kejadian tersebut, Suteng kemudian meminta bantuan warga lain yang tengah berada di sekitar lokasi untuk melakukan evakuasi. Korban yang kondisinya memburuk kemudian dibawa ke RSUD Wonosari. Korban sempat dirawat beberapa jam hingga akhirnya sekitar pukul 19.30 WIB korban dinyatakan meninggal dunia.
Dikatakannya pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah, dan sudah menerima dengan ikhlas. Hasil pemeriksaan saksi serta beberapa warga, sebelumnya korban diperkirakan mencari rumput untuk pakan ternak sapi tepat di sarang lebah. Kawanan lebah yang merasa terganggu kemudian mengamuk dan menyerang korban.
“Perkiraannya jumlah tawon [lebah] yang menyerang korban cukup banyak. Menurut informasi juga kalau lebah jenis tawon pelang ini sangat berbahaya karena mempunyai bisa atau racun yang mematikan,” ujar Sapto. (JIBI/Herlambang Jati Kusumo)