KEGIATAN TERSANGKA PEMBUNUHAN Lihat Olah TKP & Jenguk Jenazah di Rumah Sakit

Koran Solo/Akhmad Ludiyanto
TERSANGKA PEMBUNUHAN: Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi didampingi Kapolsek Mojosongo AKP Joko Winarno, Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto, dan Kasubbag Humas AKP Edy Lilah menunjukkan tersangka Fajar Sigit Santoso, 19, dalam kasus pembunuhan Eka Rahma Aprilianti Ifada, 24, yang mayatnya ditemukan Minggu (2/12) di Dukuh Banjarsari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Akhmad Ludiyanto

Fajar Sigit Santoso, 19, tersangka kasus pembunuhan Eka Rahma Aprilianti, 24, ternyata berada di lokasi saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazah Eka, warga Magelang itu ditemukan tak bernyawa Minggu (2/12) di sebuah kebun di Dukuh Banjarsari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Setelah peristiwa itu dilaporkan, polisi langsung melakukan olah TKP dan penyelidikan.
Pada saat olah TKP itulah, tersangka yang merupakan warga Dukuh Waru, Kelurahan Kemiri, Mojosongo, Boyolali ini juga datang ke lokasi dan menyaksikan dan mengikuti aktivitas polisi dan warga yang penasaran dengan kondisi jenazah.
Kepada wartawan, tersangka mengaku ingin memastikan bahwa korban telah meninggal dunia setelah dianiaya dan diperkosanya. “Hanya ingin tahu dia sudah meninggal apa belum,” ujarnya di Mapolres Boyolali, Senin (3/12).
Tak hanya melihat jenazah di lokasi, tersangka juga sempat menjenguk jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUDPA) Boyolali, tempat korban diautopsi dan disemayamkan. Di tempat ini pula kemudian polisi yang sudah melakukan penyelidikan menangkapnya.
Sementara itu, setelah menghabisi nyawa korban dengan cara membekap (dan juga memperkosanya), tersangka tidak langsung pulang ke rumah. Tersangka mengaku sempat mampir ke poskamling di dekat rumahnya. “Saya ke poskamling dulu melihat kegiatan bapak-bapak di sana,” imbuhnya.
Selanjutnya, Fajar pulang ke rumah dan kembali lagi ke lokasi kejadian untuk melihat situasi yang sudah mulai ramai warga.
Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan, dalam ilmu kepolisian, secara kejiwaan ada keinginan sebagian tersangka untuk melihat kembali orang yang sudah dibunuh. “Makanya, tersangka ini balik lagi ke lokasi dan melihat jenazah dan aktivitas polisi melakukan olah TKP,” ujarnya kepada wartawan didampingi Kapolsek Mojosongo AKP Joko Winarno, Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto, dan Kasubbag Humas AKP Edy Lilah.