PEMBUNUHAN BOYOLALI Tersangka Bunuh Korban Karena Ditagih Utang

BOYOLALI—Kasus pembunuhan Eka Rahma Aprilianti Ifada, 24, yang dilakukan Fajar Sigit Santoso, 19, pada Minggu (2/12) dilatarbelakangi masalah utang pituang.

Akhmad Ludiyanto
redaksi@koransolo.co

Fajar yang merupakan rekan kerja Eka memiliki utang senilai sekitar Rp400.000 kepada sebuah toko besi di Boyolali tempat kerja mereka. Saat akan ditagih Eka, Fajar merasa sakit hati dan timbul keinginan untuk membunuh.
Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan, perihal penagihan Eka terhadap Fajar terjadi di sekitar Alun-Alun Kidul kompleks baru perkantoran terpadu Pemkab Boyolali, Sabtu (1/12) malam.
“Saat itu, keduanya sengaja datang ke Alun-alun untuk membicarakan masalah utang yang masih dimiliki tersangka kepada perusahaan sekitar Rp.400.000. Saat itulah Fajar yang sudah minum-minuman keras merasa tersinggung dan timbul keinginan untuk membunuh,” ujarnya kepada wartawan di Mapolres Boyolali, Senin (3/12).
Kapolres yang saat itu didampingi Kapolsek Mojosongo AKP Joko Winarno dan Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto menambahkan, setelah keduanya mengobrol, Fajar berpura-pura akan mengantar pulang Eka ke indekos di Surowedanan di Boyolali Kota menggunakan sepeda motor.
Namun saat itu Fajar mengambil jalan berbeda dengan jalan yang seharusnya untuk memuluskan niatnya menghabisi Eka. “Setelah jam 12 malam, di Alun-Alun biasanya ada razia polisi. Lalu Fajar pura-pura mengantar Eka pulang tetapi melalui jalan lain. Menurut pengakuan tersangka, korban sempat menanyakan mengapa lewat jalur itu tapi tak digubris,” ujarnya.
Sampai di Dukuh Banjarsari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, tersangka menjatuhkan sepeda motornya hingga ia dan Eka terjatuh. Saat itulah, tersangka melaksanakan niatnya membunuh Eka.
Dikisahkan Kapolres, proses penangkapan tersangka hanya berlangsung delapan jam setelah penemuan jenazah dilaporkan. Korban yang merupakan warga Magelang, yang ditemukan tak bernyawa pada Minggu ditemukan pukul 05.30 WIB dan dilaporkan kepada polisi sekitar pukul 06.00 WIB. Sekitar pukul 14.00 WIB di hari yang sama, polisi membekuk tersangka Fajar Sigit Santoso, 25, warga Dukuh Waru, Kelurahan Kemiri, Mojosongo, di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUDPA) Boyolali.
Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan, salah satu kunci keberhasilan penangkapan tersangka adalah rekaman closed circuit television (CCTV) yang terpasang di sekitar indekos korban, di Surowedanan, Kecamatan Boyolali Kota. “Dari rekaman CCTV itu kami mendapat petunjuk mengenai orang terakhir yang bersama korban yang tidak lain adalah tersangka. Saat itu tersangka menjemput korban dan kemudian pergi berboncengan. Dari situ kami mengamati jenis kendaraan dan nomor polisinya, lalu kami lacak kepemilikannya,” ujarnya.
Sementara itu, Willy menambahkan pelacakan sepeda motor Honda Vario warna merah-perak AD 3951 NW yang digunakan tersangka itu dilakukan dengan dasar data kepemilikan kendaraan. “Kami cari pemiliknya sesuai identifikasi sepeda motor tersebut. Ternyata sudah berpindah tangan atau dijual dan akhirnya sampai ke tangan tersangka ini. Lalu profil tersangka kami selidiki dan akhirnya dia kami temukan saat berada di dekat rumah sakit di mana jenazah berada [RSUDPA],” ujar Willy.
Sementara itu, polisi menembak kaki tersagka karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Kini tersangka menjalani pe­meriksaan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.