Tes SKB CPNS Diundur 9 Desember

TRI RAHAYU

SRAGEN—Pelaksanaan tes seleksi kompetensi bidang (SKB) yang sedianya digelar di GOR Diponegoro Sragen pada Selasa (4/12) diundur menjadi Jumat (7/12). Pengunduran waktu tes SKB untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) tersebut disebabkan belum adanya pemenang lelang pengadaan sarana dan prasarana tes dari pemerintah pusat.
Hal itu diungkapkan Kabid Perencanaan dan Pengadaan Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sragen, Dwi Agus Prasetyo, saat ditemui Koran Solo di ruang kerjanya, Senin (3/12).
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 1
Agus, sapaan akrabnya, menjelaskan semula tes SKB di Sragen akan diadakan pada Selasa-Selasa (4-11/12). Waktu pelaksanaan tes tersebut diundur menjadi Jumat-Kamis (7-13/12). Dia mengatakan pengunduran jadwal tes SKB itu disebabkan adanya proses lelang sarana dan prasarana (sarpras) tes di pemerintah pusat.
“Pengadaan sarpras tes SKB itu untuk seluruh Indonesia sehingga dananya besar. Sarpras yang dimaksud seperti laptop, meja, kursi, dan AC [air conditioning]. Jumlah laptop yang disediakan di Sragen nantinya sebanyak 400 unit plus cadangan 50 unit,” ujar Agus.
Agus menjelaskan persiapan tes SKB akan dimulai pada H-2 sebelum hari pertama tes SKB, yakni Rabu (5/12). Sampai Senin, Agus belum menerima jadwal daerah yang akan mengikuti tes SKB di GOR Diponegoro Sragen. Agus memprediksi Sragen sebagai tuan rumah tes menjadi kabupaten yang pertama yang melaksanakan tes SKB. Berdasarkan hasil penyesuaian dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) No. 61/2018, jumlah CPNS dari Sragen yang ikut SKB sebanyak 1.054 orang yang terdiri atas 117 orang lolos passing grade I sesuai dengan Permenpan RB No. 36/2018 dan 937 orang yang lolos passing grade II sesuai dengan Permenpan RB No. 61/2018.
Agus menjelaskan CPNS peserta tes SKB di GOR Sragen berasal dari sembilan kabupaten/kota, yakni Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Solo, Blora, Grobogan, dan Rembang. Agus menduga kalau tidak ada perubahan urutan jadwalnya sama seperti yang tercantum dalam daftar Pemerintah Kabupaten/Kota peserta tes SKB di GOR Diponegoro Sragen yang disampaikan Badan Kepegawaian Negara (BKN) kepada BKPP Sragen. Agus mengatakan jumlah peserta tes SKB di Sragen yang semula 11.790-an orang juga berkurang menjadi 7.938 orang.
“Selain aturan tersebut ada perubahan ketentuan, khususnya bagi tenaga honorer eks-kategori dua (K2). Awalnya eks-K2 tidak mengikuti SKB tetapi dengan Permenpan RB No. 61/2018, tenaga honorer eks-K2 tetap ikut SKB. Jadi ketentuan untuk tenaga honorer eks-K2 sama dengan umum. Kemudian bagi guru yang memiliki sertifikasi pendidik yang linier maka nilai SKB akan dimaksimalnya menjadi 100,” ujar Agus.
Agus mengatakan untuk mengetahui sertifikasi pendidik (guru) ini linier atau tidak baru diketahui pada akhir laporan ke BKN. Untuk berjaga-jaga, Agus memutuskan agar semua guru yang lolos seleksi kompetensi dasar (SKD) baik berdasarkan Pemenpan RB 36/2018 atau Permenpan RB No. 61/2018 tetap mengikuti SKB. “Kalau awalnya kita menduga linier tetapi ternyata dalam laporan akhirnya ternyata tidak linier, kami masih aman karena ada SKB. Kalau tidak ikut SKB maka kami yang kerepotan,” tuturnya.
Agus berpendapat turunnya Permenpan RB No. 61/2018 memberi angin segar bagi 937 orang yang sebenarnya tidak lolos dalam passing grade murni. Sejumlah CPNS yang lolos karena Permenpan RB tersebut kemudian menyerahkan salinan bukti sertifikasi pendidik ke BKPP. Pada Senin kemarin ada empat guru yang menyerahkan sertifikasi pendidik. Salah satunya Ian Budiatmoko, seorang guru swasta di SDIT An Nur Gemolong, Sragen. Ia menyerahkan sertifikat pendidik ke BKPP untuk antisipasi seandainya lolos SKB. Ian mengaku siap menjadi pengajar bila diterima sebagai CPNS di SDN 3 Sambirejo, Plupuh, Sragen. Satu formasi guru di SD tersebut diperebutkan tiga orang peserta dalam SKB mendatang.
Sementara untuk Kota Solo Pelaksanaan seleksi TKB CASN Solo akan diikuti 930 peserta yang dinyatakan lolos dalam seleksi TKD baik sesuai Permenpan Nomor 37/2018 maupun Permenpan Nomor 61/2018. Dalam pelaksanaan tes CASN 2018, ada 461 formasi yang dibuka untuk Kota Solo. Perinciannya 219 formasi tenaga pendidikan, 191 tenaga kesehatan, dan 37 formasi tenaga teknis lain. Selain itu formasi khusus bagi pelamar cumlaude atau lulusan terbaik sebanyak sembilan formasi, serta penyandang disabilitas (tuna daksa kaki) sebanyak lima formasi. Namun dari 461 formasi, 25 formasi tidak terisi. Hal ini dikarenakan tidak ada pelamar atau nol peminat.
Sekretaris BKPPD Solo, Dwi Ariyatno, sebelumnya mengungkapkan beberapa formasi nol peminat di antaranya guru kelas sekolah dasar, pemeriksa jalan dan jembatan, pengawas jalan dan jembatan, dan dokter spesialis. “Untuk formasi dokter spesialis memang agak sulit, karena terkendala syarat usia maksimal 35 tahun dan harus S2,” katanya. Formasi tenaga kesehatan untuk dokter umum puskesmas juga tidak ada pelamar. (Indah Septiyaning W./JIBI)