BAYI DIBUANG Kulitnya Halus, Saya Mau Merawat Dia…

Kurniawan

Masih jelas dalam ingatan Ramlan, 66, sesosok mayat bayi laki-laki di dalam plastik kresek yang ditemukan tetangganya, Ny. Tarto, Selasa (4/12) pagi. Ketua RW VI Debegan, Mojosongo, Jebres, Solo, itu hanya bisa mengelus dada mengetahui nasib si bayi yang diduga kuat tak diinginkan orang tuanya dan akan dibuang tersebut.
Padahal fisik bayi tersebut menurut Ramlan sangat sempurna dan menyenangkan dilihat. Rambutnya lebat berwarna hitam, kulitnya halus, dan badannya berisi. “Kasihan sekali. Kalau memang tak diinginkan orang tuanya, sebenarnya saya mau merawat sampai dewasa,” tutur dia saat diwawancara Koran Solo di rumahnya.
Ramlan menuturkan sesosok mayat bayi di dalam plastik kresek warna hitam ditemukan tetangganya sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu Ny. Tarto sedang membuka warung makannya. Saat bersamaan melaju sepeda motor matik dari arah barat lalu oleng di depan warungnya karena sempat akan menyenggol motor lain.
Saat itu juga bungkusan plastik warna hitam yang ditaruh di bagian depan sepeda motor itu terjatuh. Tapi pengendara motor tak menghentikan laju kendaraannya. Laki-laki itu malah menarik gas sepeda motornya lebih kencang ke arah timur. Mengetahui ada bungkusan terjatuh, menantu Ny. Tarto menyingkirkannya ke dekat warung.
Namun Ny. Tarto kaget bukan kepalang tatkala melihat ada tangan mungil di dalam bungkusan plastik kresek tersebut. Dia lantas melapor kepada Ramlan selaku sesepuh kampung. Sejurus kemudian puluhan warga Debegan dan sejumlah pengguna jalan berkerumun ingin melihat langsung sesosok mayat bayi malang tersebut.
“Tadi ramai sekali, warga berkumpul semua. Setelah polisi datang, mayat bayi malang itu dievakuasi mereka,” imbuh Ramlan. Dia menduga sejak awal mayat bayi akan dibuang oleh pembawanya. Tapi dalam perjalanannya bungkusan terjatuh di RW V Debegan. Lantaran takut untuk mengambilnya, orang tersebut memilih melarikan diri.
Penuturan senada disampaikan Herman, warga RW VI Debegan, Mojosongo. Dia menduga bayi malang tersebut hasil hubungan gelap dan tak diinginkan oleh orang tuanya. Untuk menghilangkan jejak, menurut dia, bayi itu akan dibuang ke Sungai Bengawan Solo. Tapi dalam perjalanan menuju sungai sudah terlebih dulu jatuh.
Terpisah, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, melalui Kapolsekta Jebres, AKP Juliana, saat dihubungi Koran Solo melalui telepon seluler (ponsel), Selasa, mengonfirmasi adanya temuan mayat bayi di dalam plastik kresek. Mayat tersebut sudah dievakuasi dan polisi sedang menyelidiki siapa pembawa mayat bayi tersebut.