JAGA KESTABILAN HARGA TPID Solo Buka Kios di Pasar Nusukan dan Gede

SOLO—Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo akan membuka kios di dua pasar, yakni Pasar Nusukan dan Pasar Gede pada pekan ini.

FARIDA TRISNANINGTYAS
redaksi@koransolo.co

Langkah itu dilakukan untuk menjaga kestabilan, ketersediaan bahan pangan, dan pengendalian harga. TPID menggandeng distributor besar untuk pasokan bahan makanan di kios-kios ini. Terlebih momen ini mendekati akhir tahun yang memiliki tren kenaikan inflasi khususnya harga bahan pangan.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto, mengatakan nantinya kios ini bisa dijadikan referensi harga bahan makanan bagi para pedagang. “Kios TPID ini bukan sebagai saingan melainkan partner atau referensi harga pangan bagi para pedagang di pasar. Misalnya, kalau harga beras tinggi bisa cek di TPID. Ini tentu didukung oleh Badan Urusan Logistik [Bulog], Pedaringan, dan Perusahaan Perdagangan Indonesia [PPI]. Kami juga gandeng distributor besar,” ujar dia kepada wartawan, Selasa (4/12).
Bandoe menjelaskan nantinya bahan pangan dijual dengan harga lebih rendah. Namun, ada masukan agar bahan makanan tersebut dijual dengan harga yang wajar sehingga tidak merugikan pedagang.
Sebagai contoh, untuk komoditas beras bakal dipasok Bulog. Sedangkan bahan pangan lain menggandeng Perum Perdagangan Indonesia (PPI) atau pun distributor.
Selain itu, pengoperasiannya juga diatur. Kios TPID di pasar tradisional ini untuk jangka panjang. Sedangkan jika harga komoditas pangan cenderung tinggi, maka dimungkinkan adanya pasar murah.
Asisten Analis Fungsi Assesmen Ekonomi dan Surveilans KPw BI Solo, Didiet Aditya Budi, menambahkan kios TPID Solo di Pasar Nusukan bakal beroperasi mulai pekan ini. TPID juga berencana menggelar pasar murah pada pertengahan bulan ini.
“Adanya kios ini untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan, khususnya bahan pokok,” imbuh dia.
Sementara itu, Kasi Analisis Harga dan Pasar Bulog Solo, Doni Koeswardono, menambahkan kios ini seperti warung yang merupakan kolaborasi berbagai pihak. Nantinya menjual bahan pangan seperti beras, telur, gula, dan sebagainya. Bulog meng-handle kios di Pasar Nusukan, sementara Pasar Gede diatur Pedaringan.
“Di Nusukan, kios melayani eceran, tapi pedagang juga bisa kulakan yang tentu harganya berbeda. Konsepnya bukan bersaing, tapi bisa dijadikan referensi,” imbuh dia.