PEMKAB Beri Keterampilan dan Bantuan 4.937 Difabel di Karanganyar Hidup Miskin

KARANGANYAR—Dinas Sosial (Dinsos) Karanganyar mencatat hingga awal Desember ini masih ada 4.937 penyandang disabilitas di Karanganyar yang hidup miskin.
Dinsos berkomitmen terus berupaya menggembosi jumlah itu. Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos Karanganyar, Sulisetyowati, membeberkan beberapa program yang telah dilakukan Dinsos untuk mengangkat kesejahteraan warga difabel kurang mampu di Bumi Intanpari, antara lain menggelar pelatihan keterampilan, memberikan bantuan dana kewirausahan, hingga membagikan alat bantu.
”Masih ada 4.937 penyandang disabilitas di Karanganyar yang masuk kategori warga miskin atau tidak mampu,” kata Sulisetyowati saat ditemui Espos di sela-sela acara Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) Karanganyar di Aula Masjid Agung Karanganyar, Selasa (4/12).
Sulisetyowati mengapresasi para penyandang disabilitas yang bersedia terlibat aktif dalam kegiatan organsiasi atau kelompok difabel, seperti ITMI. Dia pun berharap para penyandang disabilitas saling membantu untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Dia menuturkan Pemkab memberikan dukungan kepada organisasi penyandang disabilitas tersebut, salah satunya lewat pemberian dana operasional. Pemkab Karanganyar tahun ini memberikan dana Rp6 juta/organisasi.
”Di Karanganyar ada lima organsiasi penyandang disabilitas yang menjadi binaan Dinsos. Setiap tahun kami upayakan adanya dana operasional untuk mereka. Pada tahun ini, kami berikan dana operasional Rp6 juta/organisasi,” jelas Sulisetyowati.
Sulisetyowati menyampaikan sebagian warga difabel miskin di Karanganyar juga dikaver bantuan dari pemerintah pusat, seperti melalui pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Asistensi Sosial Bagi Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB). Bantuan sosial diberikan pemerintah kepada penyandang disabilitas potensial maupun nonpotensial dengan harapan mereka bisa hidup mandiri dan sejahtera.
“Di Karanganyar ada 121 penyandang disabilitas yang mendapat bantuan dari Kemensos melalui pelaksanaan program ASPDB. Mereka akan terus diberi bantuan dana hingga meninggal dunia. Setelah penerima meninggal, bantuan akan dialihkan ke penyandang disabilitas lain,” terang Sulisetyowati.
Ketua ITMI Karanganyar, Kambali, menyampaikan kegiatan Musda ITMI kali ini sengaja digelar pada awal Desember 2018 untuk sekaligus memperingati Hari Difabel Internasional (HDI) 2018. Pengurus ITMI Karanganyar merayakan HDI 2018 dengan cara menggelar pengajian. Di mana, pengurus ITMI Karanganyar ingin para anggota bisa lebih bersemangat dan bersyukur dalam menjalani kehidupan. (Irawan Sapto Adhi)