Agus Kembalikan Uang Kasda saat Jadi Bupati

BUKTI DOKUMEN: Mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman membeberkan bukti dokumen terkait dengan pengembalian pinjaman lewat cash bon senilai Rp366,5 juta ke kasda Pemkab Sragen kepada wartawan di kediamannya, Kuwungsari, Sragen, Kamis (6/12).

TRI RAHAYU

SRAGEN—Agus Fatchur Rahman mengaku telah mengembalikan uang pinjaman kas daerah (kasda) 2003-2007 melalui cash bon pada 2013 atau saat masih menjabat sebagai Bupati Sragen.
Agus yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen membeberkan bukti setoran pengembalian dana pinjaman lewat cash bon ke kasda kepada wartawan saat ditemui wartawan di rumahnya, Kuwungsari, Sragen, Kamis (6/12).
Bersambung ke Hal. 6 Kol. 4
Dalam bukti yang ditunjukkan itu disebutkan setoran pengembalikan senilai Rp366,5 juta pada 16 Februari 2013 lalu. Dana pengembangan pinjaman itu disetorkan ke rekening kasda di Bank Jateng Cabang Sragen dengan kode rekening 1.20.1.20.05.00.00.4.1.4.16.02.
Penyerahan itu diketahui Kepala Bidang Akuntasi dan Pengelolaan Aset Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Sragen, Joko Budiharjo. Dalam bukti setoran yang ditunjukan Agus diterangkan pengembalian pinjaman (cash bon) itu masuk sebagai pendapatan lain-lain dalam pendapatan asli daerah (PAD) 2013.
Dalam selembar salinan surat tanda setoran itu juga diterangkan pengembalian sesuai dengan keterangan mantan Sekretaris Daerah Koesharjono dalam Putusan No. 78/Pid.sus/2011/PN.Tipikor.Smg tanggal 4 Maret 2012; Putusan No. 79/Pid.sus/2011/PN.Tipikor.Smg tanggal 19 Maret 2012; dan Putusan No. 80/Pid.sus/2011/PN.Tipikor.Smg tanggal 19 Maret 2012.
”Saya meminjam dana ke kas itu dalam kurun waktu 2003-2007. Orang pinjam itu pasti mengembalikan. Saya punya bukti pengembalian ke kasda yang saat itu disaksikan pejabat DPPKAD, Joko sebelum meninggal. Dari perhitungan dana yang saya pinjam lewat kasbon itu bukan Rp376 juta seperti yang disampaikan Kejaksaan tetapi Rp366,5 juta,” ujar Agus.
Sebelumnya diberitakan Agus disangka ikut terlibat dalam kasus dugaan korupsi kasda Rp11,2 miliar karena ada bukti-bukti cash bon senilai Rp376 juta. Penyidik Kejari Sragen menduga uang itu sebagai bagian dari dana kasda Rp11,2 miliar. Agus sudah menerima Surat Penetapan Tersangka dari Kejari Sragen bernomor Print-2239/O.3.26/Fd.1/12/2018 tertanggal 6 Desember 2018. Berdasarkan surat yang ditandatangani Kepala Kejari (Kajari) Sragen Muhamad Sumartono itu, Agus ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi penyalahgunaan keuangan daerah Kabupaten Sragen 2003-2007 yang ditempatkan di BPR Djoko Tingkir yang menyebabkan kerugian kasda Rp11.216.045.352. Agus disangka dengan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Cari Solusi
Kasus korupsi kasda ini lebih dahulu menjerat mantan Bupati Sragen Untung Wiyono, mantan Sekda Sragen Koesharjono, dan dua mantan Kepala DPPKAD Sragen Sri Wahyuni dan Adi Dwijantoro. Mereka sudah selesai menjalani hukuman penjara.
”Penyelidikan dimulai sejak Juli-Agustus lalu. LHP [Laporan Hasil Pemeriksaan] Badan Pemeriksa Keuangan [BPK] belum menerima adanya penggunaan kasda senilai Rp604,6 juta karena belum ada yang mempertanggungjawabkannya. Kemudian Kejari menyelidikinya. Dari hasil penyelidikan diekspose di Kejari Sragen, Selasa [4/12]. Dari hasil ekpose ditemukan bukti-bukti berupa cash bon dan menetapkan AF [Agus Fatchurrahman] jadi tersangka,” ujar Kajari.
Agus menjelaskan yang namanya pinjaman itu mestinya pemberi pinjaman berhak menagih atau memotong pendapatan dari dana operasional Bupati karena saat mengembalikan dana pinjaman itu Agus masih menjabat Bupati Sragen. Dia menilai upaya penagihan itu seperti disengaja tidak dilakukan.
Selain itu, Agus menunjukkan dokumen tuntutan jaksa pada kasus dugaan korupsi dengan terdakwa Koeshardjono dan informasi tentang tuntutan jaksa pada kasus dugaan korupsi dengan terdakwa Untung Wiyono yang intinya sisa kerugian kasda Rp604,6 juta itu mengambang.
”Saya tidak memiliki niatan buruk. Saya hanya pinjam dan semula tidak tahu kalau dana itu bersumber dari kasda Rp11,2 miliar itu. Kalau saya punya niat nyolong bukan sebesar itu. Ini memang ada yang risih dan mencoba melakukan pembunuhan karakter,” ujar politikus Partai Golkar itu.
Selama menjabat Bupati Sragen, Agus berupaya untuk mencari solusi atas ketekoran kasda Rp604,6 juta dengan menyurati sejumlah lembaga terkait, termasuk BPK. Dia menunjukkan dokumen tentang proses untuk mengatasi ketekoran kasda Rp604,6 juta itu. Dia mengatakan untuk pemutihan ketekoran kasda tersebut ada mekanisme yang harus ditempuh. Kendati demikian, Kejari tetap menetapkan Agus sebagai tersangka.
”Saya menghormati proses hukum yang berjalan. Saya hadapi sendiri saja,” kata Agus yang tidak menunjuk pengacara.
Agus merasa kasus itu mengganggu proses pencalegan dirinya dalam Pemilu 2019. Agus yang juga menjadi Ketua DPD Golkar Sragen merupakan caleg DPR dari daerah pemilihan (dapil) Jateng IV (Sragen, Wonogiri, dan Karanganyar). Bagi dia, pemberitaan di media massa dalam kasus ini berpengaruh terhadap kerja kerasnya untuk bisa menjadi legislator di DPR.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen, Minarso, mengaku belum mendapat pemberitahuan secara resmi dari Kejari Sragen terkait dengan penetapan tersangka atas nama caleg Agus Fatchur Rahman. Dia masih menunggu pemberitahuan resmi dari pihak berwajib untuk dipelajari.
”Sebenarnya caleg yang sudah masuk DCT [daftar calon tetap] ketika terkena kasus hukum maka tidak berpengaruh pada pencalegannya. Kami akan melihat setelah ada putusan inkracht dengan memperhatian putusan pidananya. Hal itu sama dengan kasus hukum atas salah satu caleg dari PDIP beberapa waktu lalu di Boyolali,” katanya. (JIBI)