Jalan Rusak Berat di Sragen Tinggal 8,62%

SRAGEN—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen mengklaim jalan rusak berat di Bumi Sukowati hanya tersisa 8,62% atau sejauh 87,93 km dari total 1.020 km. Panjang jalan rusak berat mengalami penurunan mengingat panjang jalan rusak berat sempat mencapai 17,17% pada 2016 dan 13,45% pada 2017.
Sejumlah ruas jalan kabupaten yang mengalami rusak berat antara lain jalur Bulu-Purwosuman dan jalur Ngeluk-Asem Jajar. Berdasar pengamatan Koran Solo di jalur Bulu-Purwosuman, Kamis (6/12), sejumlah lubang menganga di permukaan jalan. Lapisan aspal jalan sudah mengelupas di sana-sini. Hal itu membuat sejumlah pengguna jalan melambatkan laju kendaraannya demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
“Kalau hujan jalan ini lebih membahayakan pengguna jalan. Lubang-lubang itu tertutup genangan air. Bila tidak hafal dengan kondisi jalan, bisa terjatuh. Padahal, jalan ini ramai oleh kendaraan bermotor, khususnya para pelajar dan buruh pabrik seperti saya,” jelas Giyanto, 40, salah seorang pengguna jalan asal Sidoarjo saat ditemui Koran Solo di lokasi.
Menurutnya, kerusakan jalan itu sempat membuat pengendara motor terjatuh. Beruntung pengendara motor itu hanya mengalami luka ringan. Bila tidak segera diperbaiki, warga khawatir jumlah korban yang terjatuh di jalan rusak itu bisa terus bertambah.
Ditemui di kantornya, Kepala DPUPR Sragen, Marija, mengatakan hingga akhir tahun 2018 panjang jalan kabupaten yang dalam kondisi baik sudah mencapai 743,14 km atau 72% dari total 1.020 km. Panjang jalan yang dalam kondisi baik itu meningkat 171 km dibandingkan pada 2017 yang mencapai 572 km.
Menurutnya, semua jalan yang mengalami rusak berat itu menjadi prioritas perbaikan pada 2019 menggunakan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat dan bantuan pemerintah provinsi. Dia menargetkan jumlah jalan dalam kondisi baik bisa menembus 95% pada akhir 2019 mendatang.
“Yang 5% itu mungkin rusak ringan dan sedang. Jalan tidak mungkin dalam kondisi baik 100% karena setiap hari dilintasi kendaraan ringan hingga berat. Pasti akan ada yang rusak. Tinggal nanti kami anggarkan untuk perbaikan yang rusak ringan dan sedang itu,” terang Marija. (Moh. Khodiq Duhri)