Biaya Pinjaman Fintech Maksimal 0,8% Per Hari

JAKARTA—Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) akan memberlakukan nominal biaya pinjaman di platform peer-to-peer (P2P) lending maksimal 0,8% per hari.

Nindya Aldila
redaksi@koransolo.co

Wakil Ketua Umum AFPI Sunu Widyatmoko mengatakan besaran bunga menjadi keluhan terbesar di industri fintech. AFPI memutuskan untuk membatasi besaran biaya pinjaman online secara mandatori .
Dia mengatakan hal itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab penyelenggara terhadap konsumen. Selain itu, dengan menerapkan kode etik secara disiplin, diharapkan masyarakat semakin memahami perbedaan antara fintech ilegal dan legal.
“Masalah bunga ini ramai sekali, maka kami batasi. Kami melihat banyak yang masih memberlakukan biaya hingga 1% per hari. Lalu kami sepakati semua biaya tidak boleh lebih dari 0,8% per hari,” ujar dia di Jakarta, Selasa (11/12).
Batasan 0,8% ini terdiri atas bunga, biaya transfer antarbank, biaya verifikasi, denda, dan lainnya.
Kebijakan ini sejalan dengan keputusan asosiasi membatasi besaran pagu biaya sebesar 100% dari nilai pinjaman pokok yang telah melewati masa penagihan maksimal 90 hari dari tenggat waktu pembayaran.
Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH) Jakarta melaporkan terdapat 1.145 dari 1.330 keluhan terkait bunga fintech yang terlampau tinggi. Bahkan dalam salah satu buktinya, total uang yang harus dikembalikan nasabah bisa mencapai 150% dari pinjaman pokok.
Kebijakan ini telah direspons oleh sejumlah penyelenggara, di antaranya PT Digital Alpha Indonesia (Uang Teman) yang memastikan menurunkan suku bunga pinjaman pada tahun depan.
CEO&Co Founder Uang Teman Aidil Zulkifli mengatakan terdapat dua alasan menurunkan suku bunga pinjaman. Pertama, risiko pinjaman peer-to-peer (P2P) lending yang semakin membaik dalam empat tahun berdiri sejak 2015. Kedua, penurunan bunga dinilai wajar melihat iktikad baik dari nasabah yang dilayani oleh penyelenggara.
Selain itu,  PT Investree Radhika Jaya (Investree) juga telah menurunkan bunga dari rata-rata 16% per tahun menjadi 15% per tahun dalam beberapa bulan terakhir.
Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi menilai profil risiko pinjaman fintech sudah semakin rendah karena kualitas pembayarannya yang semakin baik.
Hal ini juga semakin didukung dengan tingginya minat institusi keuangan seperti bank dan multifinance untuk menempatkan dananya di platform fintech. (JIBI)