KEJURNAS NPC 2018 Juara Kejurnas Belum Tentu Masuk Pelatnas

SOLO—Atlet pemenang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) National Paralympic Committee (NPC) 2018 belum tentu ditunjuk mewakili kontingen Indonesia dalam Asean Para Games (APG) 2019 Filipina. Atlet harus memenuhi standar poin yang telah ditentukan NPC.
Kejurnas NPC bakal mempertandingkan lima cabang olahraga (cabor) pada Kamis-Minggu (13-16/12). Lima cabor tersebut adalah panahan, bulu tangkis, voli duduk, goal ball, dan tenis kursi roda. Kejurnas bakal diikuti 156 orang atlet dari 17 provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DIY, Sumatra Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat.
Presiden NPC, Senny Marbun, mengatakan kejurnas itu digelar untuk mencari bibit baru sebagai persiapan pemusatan latihan nasional (pelatnas) atlet yang akan bertanding dalam APG 2019 Filipina. Selain itu, kejurnas tersebut menyaring atlet usia SMP/SMA untuk dimasukkan dalam Sekolah Khusus Olahraga (SKO). “Kejurnas akan dibuka pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Hotel Lor In, Kamis,” ujarnya dalam jumpa pers di Kantor NPC Indonesia, Jl. Ir. Sutami, Solo, Rabu (12/12).
Senny mengakui penyelenggaraan kejurnas cukup mepet dengan pelatnas yang bakal dimulai Januari atau Februari tahun depan. Kota Solo kembali dipercaya sebagai lokasi pelatnas atlet-atlet NPC. Senny menegaskan pemenang kejurnas belum tentu ditunjuk menjadi atlet APG di Filipina. Atlet harus menyesuaikan limit atau poin tertentu. Beberapa waktu lalu sejumlah atlet memang sempat mempertanyakan kebijakan NPC yang tidak mengikutsertakan mereka di kejuaraan internasional meski sukses menjuarai kejurnas. “Ada limit yang menentukan mereka masuk atau tidak. Atlet belum tentu dipanggil kalau belum penuhi standar yang ditetapkan NPC,” papar dia.
Ia menambahkan pelatih yang menangani atlet Asian Para Games 2018 belum tentu kembali dipanggil menukangi kontingen Indonesia. NPC akan menyeleksi pelatih sehingga hasil Asean Para Games akan maksimal. “Kami berharap Kemenpora menyetujui 250 atlet dari 15 cabor bisa masuk pelatnas. Hal ini untuk mempertahankan gelar dalam Asean Para Games tahun depan,” tukas Senny. (Ivan Andimuhtarom/JIBI)