Mengenalkan Permainan Tradisional Lewat Lomba Gobak Sodor

Insetyonoto

Ada beragam cara untuk mengenalkan permainan tradisional kepada generasi milenial. Seperti yang dilakukan SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo. Untuk mengisi kegiatan jeda tes penilain akhir semester (PAS), SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo menggelar lomba permainan tradisional gobak sodor antarkelas.
Perlombaan diikuti 24 kelas dari kelas VII, VIII, dan IX berlangsung di halaman sekolah SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo pada Rabu (12/12). Banyak siswa tidak mengetahui permainan gobak sodor, sehingga sebelum perlombaan, guru memberikan contoh cara permainan tradisional itu.
Gobak sodor dimainkan dua regu, tiap regu beranggotakan empat siswa. Mereka saling berhadap-hadapan. Satu regu bertindak sebagai penjaga dan regu lainnya sebagai penyerang.
Jika regu penyerang bisa melewati penjaga sampai bolak- balik maka akan mendapatkan angka.
Namun, bila penjaga dapat menyentuh anggota badan dari regu penyerang, maka dilakukan pergantian pemain. Regu yang semula menyerang menjadi penjaga.
Pejabat Bagian Humas SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo, Hermawan, mengatakan tujuan lomba untuk mengenalkan permainan tradisional masa lalu kepada para siswa.
Permainan gobak sodor, menurut dia, memuat ajaran karakter yakni kerja sama dan kekompakan sesama siswa dalam satu regu untuk meraih kemenangan. “Permainan gobak sodor ini merupakan bagian dari olah raga karena membutuhkan fisik tubuh yang prima,” ujarnya.
Melalui permainan gobak sodor, imbuh Hermawan juga untuk mengenalkan sejarah masa lalu karena permainan ini kali pertama dimainkan prajurit keraton di Jawa dan Jogja. “Sejarah gobak sodor ini merupakan permainan para prajurit berlatih pertahanan dan sekaligus untuk mengisi waktu luang saat itu,” ungkapnya.