OLAHRAGA PETANQUE Januari, Solo Gelar Kejuaraan Internasional

SOLO—Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jawa Tengah bakal menggelar kejuaraan petanque internasional kelas double open di Lapangan Kota Barat, Solo, 25-27 Januari 2019. Event untuk menyemarakkan ulang tahun ke-3 FOPI Jateng tersebut rencananya diikuti atlet di Asia Tenggara.
Meski tergolong olahraga baru di Indonesia, perkembangan petanque relatif cepat. Olahraga asal Prancis tersebut juga sudah dimainkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2018. Olahraga yang bisa dimainkan oleh perseorangan, dua orang, maupun tiga orang dalam satu tim tersebut mulai masuk ke Soloraya akhir 2015. Para olahragawan dan pencinta olahraga ini kemudian menggalakkan sosialisasi dan pelatihan sejak awal 2016.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Umum FOPI Solo, Teguh Santosa, mengatakan pihaknya mengundang 70 peserta dalam kejuaraan internasional tersebut. Ia mengatakan selain Indonesia, atlet Malaysia dan Thailand kemungkinan besar akan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. “Dua tahun sebelumnya kejuaraan ini dilakukan di Kota Semarang. Tapi tahun 2019 kami minta diadakan di Kota Solo,” terang Wakil Rektor II Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo tersebut saat ditemui Espos, Senin (10/12).
Ketua Harian FOPI Solo, Fatchul Imron, mengatakan ajang di Solo juga menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat tentang petanque. FOPI Solo terus mengedukasi masyarakat terkait cabang olahraga baru tersebut. “Olahraga ini sebenarnya sudah menjamur di berbagai daerah di Indonesia. Masuknya petanque dalam Porprov Jateng, Jabar, Kalimantan Barat, hingga Jambi adalah bentuk nyata pengakuan insan olahraga di Indonesia,” tuturnya.
Kejuaraan yang digelar di Solo adalah kelas double open. Artinya, masing-masing tim berjumlah dua orang dan dibebaskan kombinasi putra-putri, putra-putra, atau putri-putri. “Olahraga ini kemungkinan besar dimainkan dalam Olimpiade 2024 di Prancis. Kami yakin peminat kejuaraan pada Januari akan banyak,” kata Imron.
Petanque adalah bentuk permainan olahraga yang bertujuan melempar bola besi sedekat mungkin dengan bola kayu yang disebut cochonet. Kaki pelempar juga harus berada di dalam lingkaran kecil yang sudah ditentukan. Terdapat dua teknik dalam permainan tersebut yaitu pointing dan shooting. Pointing artinya melempar bola besar sebesar 600-800 gram sedekat-dekatnya ke cochonet. Sedangkan shooting adalah menggeser atau membuang bola lawan agar lebih jauh dari cochonet. (Ivan Andimuhtarom/JIBI)