REVISI FORMULASI HARGA BBM ESDM Tunggu Rekomendasi Kemenkeu

JAKARTA—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunggu rekomendasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait perubahan harga bahan bakar minyak (BBM).
Dewi A. Zuhriyah
redaksi@koransolo.co

Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan saat ini draf formula tersebut sudah berada di Kemenkeu. “[Proses revisi formula harga] sedang dikirimkan ke Kemenkeu. Kan berdasarkan Permen [peraturan menteri], kita harus mendapatkan pertimbangan dari Menteri Keuangan, nah kita lagi kirim surat,” kata Djoko di Jakarta, Selasa (11/12).
Djoko menjelaskan revisi formulasi harga BBM dan gas itu seperti harga pertamax, premium, solar, dan elpiji.
Sementara itu, terkait rencana penurunan harga BBM nonsubsidi, Djoko mengatakan ada beberapa badan usaha yang belum melaporkan perihal penurunan harga itu. Dia menjelaskan penurunan harga BBM nonsubsidi paling lambat harus dilakukan Januari 2019 mendatang.
Sebelumnya, Kementerian ESDM merevisi formula penghitungan harga bahan bakar minyak (BBM) penugasan yang disesuaikan dengan struktur harga yang relevan saat ini.
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan formulasi perlu diperbaharui menyesuaikan harga terkini. Sebelumnya, formula penyusunan harga premium masih menyesuaikan dengan harga minyak pada 2017.
“Formulanya sudah lama waktu itu, sementara harga minyak, harga perolehan, pengangkutan dan lainnya kan sudah berubah. Nah formulanya kita sesuaikan,” jelas Archandra.
Menurut dia, setelah formula penyusunan harga premium disesuaikan, nantinya Peraturan Presiden No. 43/2018 pun direvisi. Arcandra memastikan penyesuaian hanya berlaku untuk rumus penyusunan harga, tidak dengan lama waktu evaluasi. (JIBI)